725 Keluarga Korban Gempa Pijay Masih Tidur di Tenda

725 Keluarga Korban Gempa Pijay Masih Tidur di Tenda
(Foto: Kompas.com)

BERITAKINI.CO,Sigli | Pasca gempa Pidie Jaya (Pijay) Desember 2016 lalu hingga memasuki perpanjangan masa tanggap darurat hingga 21 April 2017 mendatang, sejumlah masyarakat yang rumahnya rusak berat masih hidup di tenda di kawasan Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Pantau BERITAKINI.CO Sabtu (25/3/2017) ada 23 kepala keluarga yang masih tinggal di tenda dikawasan tersebut, meski sebagian lagi yang rumahnya juga rusak ringan dan rusak berat sudah mendapatkan Hunian Sementara (Huntara) dan perbaikan dari dana pemerintah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya Muhammad Nasir yang dihubungi BERITAKINI.CO, Minggu (25/3/2017) membenarkan ada 23 kepala keluarga di kawasan Paru Keude, Kecamatan Bandar Baru, yang masih belum memiliki hunian atau masih tinggal di tenda.

“Bukan di Paru saja, hasil verifikasi ulang kami di Pidie Jaya, semuanya ada 725 rumah yang rusak parah belum ada dana pembangunan,” kata M Nasir.

Pihaknya mengakui, semua data kerusakan hasil verifikasi ulang sudah diajukan ke pusat dalam dua paket sekaligus, baik untuk pembangunan hunian sementara maupun hunian permanen bagi korban gempa.

“Jika disetujui kami langsung membangunnya,” tambah M Nasir.(*)

 

Komentar

Loading...