7 Tips Agar Tidak Tertipu saat Membeli Rumah dari Developer

7 Tips Agar Tidak Tertipu saat Membeli Rumah dari Developer
Ilustrasi rumah kluster | Foto: Shutterstock

BERITAKINI.CO | Membeli rumah lewat developer memang menjadi salah satu jalan termudah untuk mendapatkan rumah impian. Melalui developer, kita tidak perlu repot mencari tanah dan tidak perlu membangun rumah. Kemudian, rumah dari developer umumnya berada di perumahan yang sudah tertata rapi dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang memadai, serta keuntungan lainnya dapat dilakukan dengan sistem KPR.

 Namun, ada hal-hal yang perlu anda waspadai saat membeli rumah lewat developer. Berikut tips membeli rumah agar terhindar dari tindak penipuan.
 
 1. Utamakan Reputasi Developer
 
Reputasi developer harus menjadi prioritas utama sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah. Cara mengukur reputasi developer adalah dengan melihat kelengkapan izin developer, mulai dari izin peruntukan tanah, site plan yang telah disetujui, SIPPT, IMB, IPB dan nomor sertifikat tanah. Pastikan juga mengenai prasaran yang sudah tersedia di lokasi perumahan tersebut dan lain-lain.
 
2. Sertifikat Masih Atas Nama Developer
 
Pada awal pembelian rumah, sertifikat masih atas nama developer. Implikasinya adalah take over kredit ke bank lain akan sulit untuk dilakukan dan penjualan rumah juga tidak mudah. Oleh karena itu, pastikan ke developer, berapa lama dan kapan sertifikat beralih menjadi atas nama pembeli.
 
3. Jangan Bayar DP ke Developer Sebelum KPR Disetujui
 
Tidak ada jaminan bahwa bank akan menyetujui KPR yang diajukan. Oleh karena itu, usahakan untuk tidak membayar DP terlebih dahulu kepada developer. Lakukan hanya jika KPR yang Anda ajukan telah disetujui pihak bank, sehingga uang DP tidak terbuang sia-sia.
 
4. Ada Kemungkinan Risiko Rumah Tidak Jadi Tepat Waktu
 
Salah satu risiko membeli rumah lewat developer adalah adanya resiko rumah tidak jadi tepat waktu atau rumah tidak sesuai dengan spesifikasi standar atau bahkan rumah tidak jadi, meskipun pembayaran telah lunas. Maka dari itu, satu-satunya langkah antisipasinya adalah dengan memastikan terlebih dahulu dengan benar reputasi dari developer tersebut.

5. Apa Kewajiban Developer Jika Wanprestasi
 
Dengan adanya berbagai risiko yang mengintai calon pembeli rumah, maka sebaiknya pelajari dengan seksama kewajiban developer bila terjadi wanprestasi. Kewajiban ini biasanya diatur dan tertulis secara jelas di dalam perjanjian jual beli. Bacalah dengan teliti dan jika Anda menemukan kejanggalan, maka bisa segera mengambil langkah yang diperlukan.
 
6. Segera AJB Jika Rumah Sudah Jadi dan Urus Serta SHM-nya
 
Anda harus segera mengalihkan status rumah Anda dari PPJB menjadi AJB sesegera mungkin. Dengan adanya AJB dengan pengembang, maka pembeli telah memegang bukti legal hak atas tanah dan bangunan. Hal ini sangat penting mengingat jika masih berupa PPJB, maka hak atas tanah dan bangunan masih di developer.
 
7. Pentingnya IMB dan Jangan Lakukan Transaksi di Bawah Tangan
 
Segera urus IMB agar tidak terjadi kemungkinan disegel pihak berwenang atau bangunan tidak bisa diajukan untuk kredit di bank. Selain itu, hindari untuk melakukan transaksi di bawah tangan, artinya Anda melakukan transaksi jual beli atas dasar kepercayaan saja dengan tanda bukti berupa kuitansi saja karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.
 
8. Kesimpulan
 
Walaupun ada kemudahan di balik pembelian rumah melalui developer, tetapi sebagai pembeli rumah yang cerdas perlu waspada terkait transaksi pembelian rumah yang mereka lakukan dengan developer. Jika tidak hati-hati dalam memilih developer, bukan tidak mungkin rumah impian kita hanya akan menjadi impian belaka.

Rubrik
Sumber
Kumparan.com
Pemprov Aceh

Komentar

Loading...