Tujuh Tanda Tubuh Anda Alami Peradangan Kronis

Tujuh Tanda Tubuh Anda Alami Peradangan Kronis
Ilustrasi. Ruam kulit bisa menjadi salah satu tanda tubuh mengalami peradangan kronis. (iStockphoto/-aniaostudio)

BERITAKINI.CO | Jika Anda ingin tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang, Anda perlu memperhatikan kemungkinan tanda-tanda peradangan sistemik di tubuh Anda.

Sebagaimana dilansir LiveStrong, peradangan kronis tampaknya berperan dalam banyak penyakit yang melemahkan, termasuk penyakit jantung dan stroke, kanker, diabetes, dan obesitas.

Memang tidak semua peradangan buruk. Misalnya, peradangan akut adalah respons imun jangka pendek yang bermanfaat yang terjadi karena cedera atau infeksi (seperti keseleo pergelangan kaki atau flu biasa). Setelah sel kekebalan Anda menyembuhkan area tersebut, peradangan menghilang.

Namun di sisi lain, peradangan kronis adalah ketika sistem kekebalan bekerja terlalu keras untuk menangkis ancaman dan mempertahankannya untuk jangka waktu yang lama. Ini bisa merusak tubuh.

Karena gejala peradangan tidak selalu terlihat atau jelas, berikut pemaparan pakar soal tanda-tanda tubuh mengalami peradangan kronis.

1. Masalah ingatan dan konsentrasi

Otak kemungkinan besar akan menanggung beban jika tubuh Anda sedang mengatasi peradangan.

"Stres kronis, akibat peradangan, umumnya menyebabkan tubuh berada dalam keadaan stimulasi konstan, terutama sistem saraf simpatis," kata Deena Adimoolam-Gupta, dokter spesialis endokrinologi dan internis yang berbasis di New York City.

Dia kemudian menjelaskan bahwa dengan kewaspadaan yang terus-menerus akan memengaruhi tidur Anda, yang bisa mengganggu daya ingat dan konsentrasi.

2. Nyeri tubuh dan kelemahan otot

"Ketika sitokin inflamasi (protein yang terkait dengan sistem kekebalan) meningkat di dalam tubuh, mereka dapat memicu nyeri otot dan pembengkakan," kata Niket Sonpal, dokter spesialis penyakit dalam dan gastroenterologi yang berbasis di New York.

Sonpal mengungkapkan bahwa faktanya, peradangan kronis merusak serat otot, yang tidak hanya menyebabkan kelemahan tetapi juga mempengaruhi arteri yang melewati otot.

3. Resistensi insulin

"Peradangan kronis menyebabkan peningkatan hormon kortisol, yang membuat sel-sel tubuh lebih resisten terhadap efek insulin - hormon yang membantu mengatur kadar gula darah Anda," kata Adimoolam-Gupta.

Akibatnya, resistensi insulin yang dipicu oleh peradangan ini dapat menyebabkan gula darah tinggi dan memicu (atau memperburuk) diabetes tipe 2, katanya.

4. Ruam Kulit

Menurut Sonpal, kemerahan, lecet, kulit kering dan benjolan gatal - semua kondisi kulit ini bisa menjadi penanda peradangan kronis.
Ruam adalah respons terhadap sistem kekebalan Anda yang menangkis hal-hal seperti mikroba menular, reaksi alergi, dan penyakit dalam.

"Ada ratusan ruam kulit yang mungkin ada terkait dengan perubahan inflamasi pada kulit," kata Adimoolam-Gupta.

Contohnya adalah psoriasis. Kondisi ini - yang terjadi ketika sistem kekebalan Anda menjadi terlalu aktif dan meningkatkan pertumbuhan sel kulit - menyebabkan peradangan kulit dan karakteristik sisik dan plak psoriatis, katanya.

5. Kehabisan energi

Peradangan kronis menyebabkan stres dalam tubuh, yang merangsang sistem saraf simpatik secara berlebihan.

"Seiring waktu, keadaan kewaspadaan yang tiada henti ini dapat menghabiskan energi Anda dan menyebabkan kelelahan umum," papar Adimoolam-Gupta.

Sonpal menambahkan, ketika tubuh Anda menghadapi peradangan sistemik, ini harus mengatasi pelepasan sitokin inflamasi dalam darah.

"Penyakit radang usus, penyakit hati, psoriasis dan rheumatoid arthritis adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan kelelahan," ujarnya

6. Hidung tersumbat hingga sering berdahak

Apakah Anda mengalami hidung tersumbat kronis, sering berdahak, atau pilek biasa?

"Produksi lendir saluran napas yang berlebihan terjadi karena selaput lendir menghasilkan dahak untuk melindungi sel epitel yang terletak di lapisan sistem pernapasan," kata Sonpal.

"Ini terutama terjadi pada penyakit radang paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronik," tambahnya.

Namun, menurut Adimoolam-Gupta, peningkatan lendir juga bisa menjadi bagian dari peradangan akut.

Misalnya, lebih banyak lendir di lubang hidung dapat terjadi karena rinitis alergi, yang merupakan akibat dari alergen (seperti serbuk sari) yang bersentuhan dengan selaput hidung.

7. Masalah perut

Masalah pencernaan seperti kembung, ketidaknyamanan perut, sembelit, dan diare juga bisa menandakan masalah peradangan.

Misalnya, gastritis - yang mengacu pada sekelompok kondisi yang ditandai dengan peradangan pada lapisan lambung di perut - dapat menyebabkan gejala GI yang tidak nyaman seperti sakit perut bagian atas, mulas dan refluks asam, kata Dr. Adimoolam-Gupta.

Cara mengurangi peradangan kronis dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan yang mengurangi stres, mengutamakan tidur cukup, serta perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang mengandung antioksidan.

Selain itu, olahraga secara teratur dan hindari konsumsi minuman beralkohol serta rokok.

Rubrik
Sumber
CNNIndonesia.com

Komentar

Loading...