Enam Dampak Berbahaya Melewatkan Sarapan

Enam Dampak Berbahaya Melewatkan Sarapan
Photo : U-Report, sarapan pagi.

BERITAKINI.CO | Anda semua pasti pernah mendengar ungkapan yang mengatakan sarapan adalah makanan terpenting setiap hari. Tapi, berapa banyak dari Anda yang mengikuti hal ini?

Dalam upaya untuk mengurangi asupan kalori bersih dan memenuhi impian untuk menjadi langsing, sebagian besar dari kita cenderung melewatkan sarapan. Tidak ada yang tidak setuju bahwa ini akan membuahkan hasil. Tapi, ternyata ada 6 dampak berbahaya melewatkan sarapan, seperti dikutip Sahijab dari Style Caze.

1. Buruk bagi Hati Anda

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA, pria yang melewatkan sarapan memiliki sekitar 27% lebih banyak kemungkinan mengalami serangan jantung jika dibandingkan dengan mereka yang sarapan. Leah Cahill yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa tingkat risikonya tidak begitu mengkhawatirkan. Tetapi, dia juga mendukung fakta bahwa menikmati sarapan yang sehat sebenarnya dapat mengurangi risiko serangan jantung.
Orang yang menghindari sarapan juga diketahui memiliki peningkatan kerentanan terhadap hipertensi yang pada gilirannya menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Sebaliknya, hal ini menempatkan mereka pada peningkatan risiko terkena kondisi kesehatan kardiovaskular kronis, termasuk stroke.

2. Risiko Lebih Tinggi terhadap Diabetes Tipe 2

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard melakukan penelitian yang bertujuan untuk menemukan korelasi antara kebiasaan makan dan kesehatan.
46.289 wanita berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan selama sekitar enam tahun. Hasil penelitiannya luar biasa, di mana wanita yang memiliki kebiasaan menghindari sarapan berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, dibandingkan wanita yang sarapan setiap hari. Lebih buruk lagi, wanita pekerja yang melewatkan makan pagi mereka memiliki kemungkinan 54% lebih besar terkena diabetes tipe 2.

3. Melewatkan Sarapan Dapat Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Jika Anda sedang menjalani program penurunan berat badan dan memiliki kebiasaan melewatkan sarapan, pikirkan lagi sekarang. Menurut penelitian yang dilakukan tentang dampak negatif dari tidak sarapan, orang yang melewatkan makan pagi memiliki peluang lebih tinggi untuk menambah berat badan, cukup
bertentangan dengan tujuan pelangsingan Anda. Melewatkan sarapan akan menambah keinginan akan makanan manis dan berlemak. Selain itu, karena rasa lapar akan sangat kuat, Anda akhirnya akan melahap apa pun yang ditemui di siang hari. Semakin tinggi tingkat rasa lapar Anda, semakin banyak jumlah makanan yang masuk. Lalu, terkadang melebihi asupan kalori harian yang Anda rekomendasikan. Kebiasaan melewatkan sarapan secara terus-menerus pada akhirnya akan menyebabkan penambahan berat badan, bukan penurunan berat badan.

4. Dampak Negatif pada Mood dan Ingatan

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal berjudul Physiological Behavior pada tahun 1999, menghindari sarapan dapat berdampak negatif pada energi dan suasana hati. Tim peneliti Inggris melakukan penelitian terhadap 144 orang sehat yang menjalani puasa semalam. Kelompok itu dibagi menjadi tiga.
Satu kelompok diberi sarapan sehat sedang, kelompok kedua hanya diberi kopi, dan kelompok ketiga tidak diberi sarapan. Kelompok-kelompok tersebut kemudian dimonitor selama beberapa jam. Menurut penelitian tersebut, kelompok yang tidak diberi sarapan menunjukkan kemampuan ingatan paling buruk dan tingkat kelelahan tertinggi. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua kelompok lainnya. Menghindari sarapan juga dapat menurunkan tingkat energi dan berdampak negatif pada ingatan Anda.

5. Risiko Kanker

Melewatkan sarapan bisa membuat Anda makan berlebihan di siang hari. Hal ini pada gilirannya membuka jalan bagi peningkatan prevalensi obesitas.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, ditemukan bahwa seseorang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki peningkatan risiko terkena kanker.

6. Mempengaruhi Fungsi Kognitif

Memasukkan sarapan dalam pola makan harian memberi Anda fungsi kognitif yang lebih baik. Sebuah penelitian dilakukan pada sekelompok remaja berusia antara 12 dan 15 tahun dalam dua percobaan. Dalam salah satu uji coba, kelompok diizinkan untuk sarapan, dan pada uji coba kedua kelompok diminta untuk menahan diri dari makan pagi. Hasilnya menarik. Kelompok tersebut, saat menjalani sarapan, menunjukkan akurasi yang lebih baik dalam tes pencarian visual, sementara kurangnya sarapan menghambat hasil.

Sarapan ternyata bisa meningkatkan fungsi kognitif. Meskipun penelitian dilakukan pada remaja, penelitian ini dapat dengan mudah diperluas ke orang dewasa juga.

Itulah 6 dampak bahaya melewatkan sarapan yang harus Anda hindari. Semoga bermanfaat.

Rubrik
Sumber
sahijab.com
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...