Empat Astronot Ini Pulang ke Bumi Dengan Umur Lebih Muda, Ini Alasannya

Empat Astronot Ini Pulang ke Bumi Dengan Umur Lebih Muda, Ini Alasannya
Astronot NASA. © nasa.gov

BERITAKINI.CO | Jika Anda ingin menjadi lebih muda dari umur Anda sekarang, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah pergi ke ruang angkasa. Mengapa?

Karena seperti dikutip dari Wired, ini adalah efek dari teori relativitas, di mana astronot di stasiun ruang angkasa usianya akan bertambah dengan lebih lambat daripada kita yang berada di Bumi. Hal ini disebabkan oleh kecepatan orbit dari pesawat ruang angkasa yang tinggi.

Hal ini disebut 'pelebaran waktu.' Hal ini berarti, jika seseorang kembali dari ruang angkasa, orang tersebut akan menjadi lebih muda dari umur sebenarnya layaknya mereka melakukan perjalanan waktu ke masa depan.

Namun berbeda dengan apa yang kita lihat di film fiksi ilmiah, efeknya sangat-sangat kecil. Dibutuhkan waktu 100 tahun berada di stasiun ruang angkasa untuk menjadi lebih muda satu detik.

Namun tidak selamanya perjalanan ruang angkasa membuat Anda sedikit 'awet muda.' Layaknya kecepatan, gravitasi pun juga mampu melambatkan waktu. Sehingga waktu akan benar-benar berjalan lebih cepat jika Anda makin menjauh dari sumber gravitasi seperti Bumi. Contohnya adalah satelit yang orbitnya makin menjauh dari Bumi, maka akan makin cepat pula satelit tersebut menjadi lebih tua.

Hanya satu tempat di luar sana yang mampu memberikan sensasi gravitasi yang melemah namun tidak memberikan efek apa-apa bagi usia kita. Yakni tepat di 3.174 kilometer di atas permukaan Bumi. Di titik tersebut, efek dari kecepatan yang tinggi dan berkurangnya tarikan gravitasi tetap saling mempengaruhi, namun nilainya seimbang.

Berikut adalah beberapa astronot yang jadi lebih muda karena bertahun-tahun di luar angkasa. Di laman selanjutnya ya!

Tak Sampai Satu Detik

Michael Fincke adalah seorang astronot berkebangsaan Amerika Serikat, yang menjadi orang Amerika Serikat yang menghabiskan waktu paling banyak di luar angkasa. Ia menghabiskan waktu 382 hari, dan ketika kembali ke Bumi, dia lebih muda 0,0093 detik.

Thomas Reiter adalah astronot berkebangsaan Jerman, yang sekaligus adalah astronot non-AS dan non-Rusia yang menghabiskan waktu paling banyak di luar angkasa, yakni 350 hari. Ketika kembali ke Bumi, dia lebih muda 0,0087 detik.

Sergei K. Krikalev adalah kosmonot yang mampu bertahan 2 tahun lebih di luar angkasa, tepatnya 803 hari. Hal ini menjadikan kosmonot asal Rusia ini adalah orang dengan waktu terlama di luar angkasa. Saat kembali ke Bumi, usianya menjadi lebih uda 0,020 detik.

Peggy Whitson adalah astronot wanita berkebangsaan Amerika Serikat, yang memecahkan rekor sebagai wanita yang paling lama berada di luar angkasa, yakni 377 hari. Ketika kembali ke Bumi, usianya jadi lebih muda 0,0092 detik.

Rubrik
Sumber
MERDEKA.COM
Pidie Jaya-Ramadan

Komentar

Loading...