20 Gepeng Terjaring Razia di Lhokseumawe

20 Gepeng Terjaring Razia di Lhokseumawe

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Sebanyak 20 gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kerap beroperasi di Kota Lhokseumawe terjaring razia. Keberadaan para gepeng tersebut dinilai telah meresahkan.

“Demi kenyamanan masyarakat karena sudah meresahkan masyarakat dan demi kesehatan para gepeng tersebut, maka kita melakukan razia,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe Ridwan Jalil, kemarin.

Para gepeng itu diamankan saat beroperasi di trotoar-trotoar jalan, kawasan pertokoan, kafe, pasar dan di persimpangan lampu merah.

"Total ada ada 20 orang yang terjaring,” katanya.

Para gepeng itu kemudian didata untuk mengetahui asal atau tempat mereka berdomisili.

Ternyata sebagian besar gepeng diketahui berasal dari Aceh Utara. “Kita akan hubungi keluarga masing-masing. Jika tidak memiliki keluarga, maka kita tempatkan di Panti Lansia Utenkot,” kata Ridwan.

Di panti sendiri, kata Ridwan, saat initelah dibina sebanyak 40 gepeng. Sementara di panti Blang Mangat ada 15 orang.

Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tidak memberikan sedekah kepada gepeng yang beroperasi di Kota Lhokseumawe. Jika memang ingin bersedekah, sebaiknya melalui Baitul Mal atau saluran lainnya.

"Gepeng semakin hari semakin banyak karena ada yang memberi, untuk mengurangi gepeng alangkah baiknya tidak diberikan," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...