Zulkifli Adam Tersangka Korupsi, Mantan PJ Wali Kota Sabang: Tidak Tersangkut dengan Kemimpinan Kami

Oleh ,
Zulkifli Adam Tersangka Korupsi, Mantan PJ Wali Kota Sabang: Tidak Tersangkut dengan Kemimpinan Kami
Mantan Pj Wali Kota Sabang Zulkifli Hasan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mantan Pj Wali Kota Sabang Zulkifli Hasan menegaskan bahwa masa kepemimpinannya dulu sama sekali tidak tersangkut dengan persoalan pembebasan lahan yang menyeret mantan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam sebagai tersangka.

“Saya sudah klarifikasi kepada Sekda yang saat itu dijabat Pak Amiruddin, dan memang tidak tersangkut dengan kepemimpinan kami,” kata Zulkifli Hasan saat dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Selasa malam (9/10/2018).

Sebelumnya tersangka dugaan mark up pembebasan lahan untuk pembangunan komplek guru SMP di Desa Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Zulkifli Adam menilai jaksa keliru menetapkannya sebagai tersangka korupsi.

Zulkifli berdalih bahwa pembebasan lahan tersebut dilakukan sebelum dia menjadi wali kota. “Saat itu Wali Kota Sabang Pak Zulkifli Hasan, jadi memang ada kesamaan nama sedikit dengan saya,” katanya pada BERITAKINI.CO, Selasa (9/10/2018).

Baca: Zulkifli Adam Nilai Jaksa Keliru Menetapkannya Sebagai Tersangka Korupsi

Sementara Zulkifli Hasan mengakui jika pada Juni hingga September 2012 dia merupakan Pj Wali Kota Sabang. Namun hal itu sudah delapan tahun berlalu, sehingga dia tak mengingat lagi ihwal pembebasan lahan tersebut.

“Saya tidak ingat lagi apakah saya ada menandatangani pembebasan lahan dan pembayarannya, saya tidak ingat, bisa saja sekdanya yang menandatanganinya,” kata Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan pun mengatakan bahwa Amiruddin, sekda Sabang kala itu, yang lebih memahami.

“Sebelum saya ditunjuk sebagai Pj wali kota Sabang, Pak Amiruddin menjabat sebagai sekda Sabang. Tentu beliau lebih mengerti dan sebaiknya klarifikasi pada Pak Amiruddin,” katanya.

Sementara mantan Sekda Sabang Amiruddin mengaku sama sekali tidak mengetahui ihwal pembebasan lahan yang kini berujung perkara tersebut.

“Seingat saya bahkan anggaran pembebasan lahan itu tidak ada dalam APBD 2012, tapi saya dengar (penganggaran) muncul belakangan, di luar pembahasan anggaran, tapi saya tidak begitu tahu juga soal itu,” katanya pada BERITAKINI.CO, Selasa malam.

Dia mengatakan, jika pun dia terlibat dalam proses pembebasan lahan tersebut, tentu penyidik kejaksaan telah memeriksanya.

“Karena saya memang tidak tau apa-apa dan memang tidak pernah dikasih tau. Kalau memang ada dianggap mengetahui, misal saya terlibat dalam panitia pembebasan lahan dan menerima honor, tentu jaksa tahu dan saya kan akan diperiksa juga oleh penyidik,” katanya.

Amiruddin pun mengungkapkan bahwa pada 2012 proses pembebasan lahan langsung ditangani SKPD yang membutuhkan lahan.

Beda halnya sebelum 2012 yang masih melibatkan beberapa instansi yang dinamakan tim sembilan, dan sekda ikut terlibat dalamnya.

Sementara sejak 2012, SKPD yang membutuhkan lahan, kata Amiruddin, langsung membentuk tim kecil sebagai panitia, termasuk penganggarannya juga masuk dalam Dipa SKPD tersebut.

“Tapi kalau sekarang tidak boleh juga, di atas dua hektar harus sepengetahuan gubernur,” katanya.

Jika dikatakan pengadaan lahan tersebut untuk pembangunan rumah guru, kata Amiruddin, bisa saja pengguna anggarannya adalah Dinas Pendidikan Sabang.

Seperti diketahui, selain Zulkifli Adam, Jaksa memang menetapkan satu orang lainnya sebagai tersangka. Dia adalah MM, panitia pengadaan tanah.

Rubrik
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...