Yayasan Muslim Beli Kediaman Muhammad Ali Rp35 Miliar

Yayasan Muslim Beli Kediaman Muhammad Ali Rp35 Miliar
Muhammad Ali pensiun dari ring tinju pada 1981. (REUTERS/Andreas Meier)

BERITAKINI.CO | Sebuah yayasan Muslim yang bermarkas di New York membeli kediaman legenda tinju Amerika Serikat Muhammad Ali seharga US$2,5 juta atau kurang lebih Rp35 miliar.

Istri Ali, Yolanda 'Lonnie' Williams menjual lahan seluas sekitar 33 hektare di Berrien Springs, Michigan tersebut.

Dilansir dari Mirror pada Senin (7/1), awalnya Ali membeli rumah tersebut seharga US$2,8 juta. Kediaman tersebut sebenarnya dijual dengan harga unik yakni US$2.895.037.

Dua angka terakhir dimaksudkan Lonnie sebagai pengingat atas 37 kemenangan KO yang dibukukan mendiang suaminya. Namun, kedua pihak akhirnya sepakat dengan harga US$2,5 juta tanpa ada angka 37 di belakang nominal harga itu.

Bangunan yang dimiliki Ali pada 1975 memiliki kesan elegan dan klasik dengan nuansa warna putih, cokelat, dan emas.

Lahan Ali juga termasuk sungai sepanjang 1,6 kilometer yang berada di sekitaran rumah. Selain itu, di lahan tersebut terdapat dua rumah, pusat kebugaran pribadi, kantor, garasi, gudang peternakan, lapangan basket, dan kolam renang.

Pusat kebugaran milik Ali memiliki ruang uap, ruang pijat, berbagai sarana alat untuk mengembangkan otot, dan bak mendi pribadi. Adapun ruang kantor Ali terdiri dari area konferensi, ruang surat, lemari besi, dan dapur.

Rumah utama Ali memiliki empat kamar tidur, sebuah ruang keluarga, dan ruang tamu yang luas. Rumah ini juga dilengkapi dapur dalam yang besar dengan material impor. Selain itu, ada juga dapur di luar rumah lengkap dengan peralatan panggang dan sistem audio.

Sementara rumah kedua Ali punya beberapa ruang pribadi untuk tamu dengan pemandangan yang indah menghadap kolam.

Lukisan dan patung Ali ketika bertinju pun terdapat dalam griya megah milik legenda tinju dunia tersebut.

Ali meninggal dunia di rumah sakit di Phoenix, Arizona, tempat di mana ia berjuang melawan penyakit komplikasi pernapasan pada 2016. Hingga kini, ia masih dianggap sebagai petinju kelas berat terhebat sepanjang sejarah.

Petinju dengan julukan 'The Greatest' ini pensiun dengan rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah dalam kurun waktu selama 21 tahun sejak 1960.

Rubrik
Sumber
CNN INDONESIA
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...