YARA Lapor Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Polres Pidie

YARA Lapor Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Polres Pidie

BERITAKINI.CO, Sigli | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan dugaan penyelewengan dana desa Gampong Geuteng Timu, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, kepada pihak kepolisian setempat.

Dugaan penyalahgunaan dana desa yang dilaporkan ke Satuan Reskrim Polres Pidie Kamis kemarin (10/1/2019), terkait kegiatan pembangunan tanggul penahan tanah senilai Rp. 155.477.000, yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2017.

Ketua YARA, Safaruddin, Jumat (11/1/2019) mengatakan, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya ke lapangan diketahui tanggul penahan tanah sepanjang 200 meter itu baru dikerjakan sepanjang 1 meter.

Namun, dalam laporan pertanggung jawaban dana desa tahun 2017 realisasi anggaran yang digunakan mencapai Rp 138.107.000.

“Seharusnya jika tidak dikerjakan ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada tahun tahun 2018. Tapi, Silpa 2018 tercatat hanya Rp 17 juta dan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan realisasi fisik proyek di lapangan," kata Safaruddin, Jumat (11/1/2019).

Sebelum berkas laporan dugaan penyelewengan itu diserahkan kepada polisi, kata Safar, pihaknya sudah berupaya meneyelesaikan proyek tersebut, baik tingkat gampong, hingga tingkat kecamatan.

Upaya penyelesaian masalah tersebut gagal, sehingga memaksa YARA melaporkan dugaan penyelewengan dana desa kepada pihak penegak hukum.

Terpisah, Geuchik Genteng Timur Bukhari dikonfirmasi mengaku bahwa dirinya belum pernah bertemu dengan YARA, hingga kasus dugaan penyelewengan dana gampong tersebut berujung kepolisian.

Padahal, sambung Bukhari dirinya ingin menjelaskan kepada YARA apa yang sebenarnya terjadi, sehingga proyek talut penahan jalan belum selesai dikerjakan.

Untuk pembangunan talut penahan tanah, terang Bukhari, dirinya sudah mengirim material ke lokasi. Bahkan, mereka juga telah mengorder atau DO barang pada toko bangunan sebesar Rp 90 juta lebih.

Namun dalam perjalanan ada pihak yang berupaya menggagalkan proyek yang akan dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan warga desa tersebut.

“Jika ada pihak yang menjamin keamanan, proyek tersebut akan lansung dikerjakan,” kata Bukhari.

Terkait penghentian proyek gampong, Ia mengaku telah berkoordinasikan dengan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Gampong (BPMG) Pidie.

"Petunjuk dinas, proyek itu dihentikan sementara dan saya telah mempertanggungjawabkan supaya bisa mengambil dana tahun berikutnya,” ujarnya.

Rubrik

Komentar

Loading...