Pria yang Ditangkap di Loket Travel di Subulussalam Berdalih Jual Sabu untuk Bayar Hutang

Pria yang Ditangkap di Loket Travel di Subulussalam Berdalih Jual Sabu untuk Bayar Hutang

BERITAKINI.CO, Singkil | Berdalih karena terlilit utang membuat SU (39) warga Desa Mukti Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam kehilangan akal sehat. Dia nekat mencari uang dengan berjualan sabu-sabu.

Tapi alih-alih bisa membayar utang, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang bangunan ini justru harus mendekam di penjara setelah ditangkap oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Singkil, Senin (10/11/2019), sekira pukul 12.00 WIB, di jalan Cut Nyak Dien, Kecamatan Simpang Kiri.

Baca: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba saat Ambil Paket Berisi Sabu di Loket Travel Subulussalam

"Saya terpaksa melakukan ini karena ingin bayar utang orang Rp 2 juta," kata SU kepada awak media, Selasa (11/6/2019) di Mapolres Aceh Singkil.

SU mengaku memesan sabu seberat 3.40 gram dari salah satu bandar narkoba di wilayah Kota Medan, Sumatera Utara. Sabu itu kemudian dikirim melalui jasa travel.

Barang haram itu rencananya akan dia jual di wilayah Kota Subulussalam. Tapi belum sempat dia menikmati uang hasil penjualan narkoba,SU lebih dulu dicokok aparat.

"Saya ingin mencari keuntungan lebih banyak dan bisa membayarkan hutang saya," kata ayah tiga anak itu.

Ia pun dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Aceh Singkil Iptu Mustafa mengatakan, hasil interogasi, tersangka mengaku membeli sabu itu dari bandar berinisial KD, yang berdomisili di Kota Medan.

“KD sendiri sudah ditetapkan sebagai DPO, personel akan melakukan pengejaran. Semoga dalam waktu dekat ini KD bisa tertangkap," kata Mustafa.

Sebelumnya di beritakan Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Singkil menciduk SU (39), saat mengambil paket sabu di loket L300 Kota Subulussalam, Senin (10/6/2019). Dari tersangka, polisi mengamankan tiga paket sabu seberat 3,40 gram.

Penangkapan tersangka berawal dari kecurigaan petugas loket terhadap sebuah paket asal Medan, Sumatera Utara yang tidak tertera nama pengirim.

"Pemilik loket melapor ke kita, lalu petugas datang melakukan penyelidikan dan pengintaian," kata Mustafa.

Rubrik

Komentar

Loading...