Warga Pertanyakan Kejelasan Pembentukan Kecamatan Seulawah Agam

Warga Pertanyakan Kejelasan Pembentukan Kecamatan Seulawah Agam

BERITAKINI.CO, Jantho - Imuem Mukim Lamteuba Bahrum mempertanyakan kejelasan rencana pemekaran Kecamatan Seulimum dengan membentuk kecamatan baru yakni Seulawah Agam.

Hal ini disampaikannya pada sejumlah anggota legislatif dari Partai Nasdem yang berkunjung ke Gampong Blang Tingkeum, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, Sabtu (4/11/2017).

Bahrum mengatakan, pemekaran ini telah cukup lama diimpikan penduduk Lamteuba dengan total 8 gampong dan sejumlah desa di Kemukiman Lampanah.

Dua kemukiman ini, kata Bahrum, telah cukup lama menyandang status tertinggal. Akses ke fasilitas publik, membutuhkan waktu yang lama karena ibu kota Kecamatan Seulimum relatif jauh.

Desa-desa di kemukiman tersebut juga jarang tersentuh pembangunan, baik pembangunan yang didanai APBK, APBA maupun APBN.

"Kami berharap pemekaran ini bisa cepat terealisasi untuk mengejar ketertinggalan, " katanya.

Dengan dibentuknya Kecamatan Seulawah Agam, kata Bahrum, maka daerah tersebut akan bisa mengakses anggaran daerah untuk pemerataan pembangunan.

Sementara Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar mengatakan, dewan sesungguhnya telah membahas rancangan Qanun Pemekaran Kecamatan di Aceh Besar tersebut.

Totalnya ada tiga kecamatan baru yang rencananya akan bentuk yakni Seulawah Agam, Cot Keueng, Kuta Gunong.

"Qanunnya bahkan telah rampung atau hanya tinggal disahkan," kata Zulfikar saat dikonfirmasi wartawan.

Sayangnya, kelanjutan pembentukan kecamatan baru itu terbentur aturan moratorium pemekaran dari pemerintah pusat.

"Itulah sebabnya, sampai saat ini, pemekaran tersebut belum terealisasi," kata Zulfikar.

Menurut Zulfikar, sesungguhnya pembentukan kecamatan baru ini relatif penting.

"Ini soal keadilan pembangunan. Daerah-daerah itu memang telah lama tertinggal," katanya.

Rubrik
Sumber
Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...