Warga Kota Langsa Meriahkan Festival Mangrove

Warga Kota Langsa Meriahkan Festival Mangrove

BERITAKINI.CO | Ribuan warga Kota Langsa menghadiri dan memeriahkan Festival Mangrove yang berlangsung di Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Sabtu (27/4/2019) pagi. Festival itu diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kota Langsa.

Kadisbudpar Aceh melalui Kasi Bidang Bahasa dan Seni, Syahrul Arbi mengatakan acara itu adalah bagian dari program pengelolaan keragaman budaya di Aceh, dan juga bagian dari agenda Festival Langsa Gemilang.

Untuk memeriahkan festival tersebut, panitia turut mengundang penyanyi Aceh yang sedang naik daun, Rial Doni, untuk menghibur warga yang hadir.

Selain Rial Doni, Festival Mangrove juga dimeriahkan dengan berbagai lomba dan seni budaya, seperti lomba tradisional perahu nelayan hingga pentas seni menyanyikan lagu melayu.

Sejumlah seniman lokal lainnya juga ikut mengisi acara dengan menampilkan seni perkusi, band etnik tradisi, tarian Aceh, rapa’i, dan serune kale.

Menurut Syahrul Arbi, acara festival mangrove itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberitahukan pada publik tentang pentingnya kawasan mangrove di Kota Langsa.

Apalagi, selama ini kawasan hutan mangrove ini sudah menjadi salah satu kawasan wisata yang setiap hari dikunjugi warga baik dari Langsa maupun luar kota.

Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid yang hadir bersama unsur Forkopimda setempat, dalam kesempatan itu mengatakan bahwa keberadaan pohon mangrove merupakan karunia besar dari Allah yang patut disyukuri dan dijaga dengan baik, karena banyak sekali manfaatnya bagi manusia.

Dia menjelaskan bahwa pohon mangrove selain memiliki akar yang menancap kuat ke dalam tanah, juga mampu menahan kencangnya angin di wilayah pesisir

Kata dia, keberadaan pohon mangrove bisa menjadi benteng saat angin kencang, abrasi laut, tsunami maupun bencana lainnya. Marzuki mencontohkan ketika bencana tsunami melanda Aceh 2014 silam.

Karena itu lanjut Marzuki Hamid, sangat penting bagi masyarakat menjaga agar hutan mangrove selalu terawat dengan baik. Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota bersama Forkopimda Kota Langsa juga melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove.

Tujuan penanaman bibit mangrove tersebut menurut Marzuki Hamid sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat agar selalu menjaga dan menyelamatkan hutan mangrove yang sudah ada.

Marzuki juga menjelaskan, manfaat ekonomis mangrove dalam kehidupan masyarakat, seperti kayu bakar atau tumbuhannya yang bisa dijadikan jus. Kemudian bisa juga sebagai bahan pewarna kain batik dan beberapa manfaat lainnya.

"Berdasarkan penelitian, mangrove juga bisa dikembangkan oleh masyarakat Langsa sebagai tempat menambah pendapatan keluarganya. Bahkan di mangrove, hidup berbagai biota laut seperti kepiting, kerang, dan lainnya yang bisa dimakan oleh manusia," kata dia.

Selain itu kata Wakil Wali Kota, pohon mangrove itu juga kerap dihinngapi lebah yang kemudian menghasilkan banyak madu. Seperti diketahui, madu adalah salah satu obat terbaik di dunia.

Karena itu, Wakil Wali Kota mengajak LSM pegiat lingkungan hidup, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga dan menyelamatkan hutan mangrove sebagai bekal generasi mendatang.

"Apabila mangrove punah, maka bumi ini akan panas, bencana tak bisa dielakkan, dan itu yang akan kita tinggalkan bagi anak-anak kita di masa yang akan datang."

Rubrik

Komentar

Loading...