Wan Iskandar Janji Kembalikan Duit Pengurusan Calon Praja IPDN yang Pernah Diterimanya

Wan Iskandar Janji Kembalikan Duit Pengurusan Calon Praja IPDN yang Pernah Diterimanya

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Politisi Partai Golkar Wan Iskandar akhirnya angkat bicara. Dia mengaku memang menerima duit dari sejumlah orang untuk biaya persiapan dan pengurusan anak-anak mereka agar diterima di Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Bahkan tidak hanya dua orang. Total, ada lima orang yang pernah meminta tolong kepadanya agar anak-anak mereka bisa lolos menjadi praja IPDN.

Dia mengatakan, uang tersebut diserahkannya kepada pihak lain untuk proses pengurusan. “Cuma orang tersebut telah meninggal dunia sehingga akhirnya jadi begini,” kata Wan Iskandar pada BERITAKINI.CO melalui sambungan telepon, Rabu sore (24/1/2017).

Menurut pria yang juga anggota DPRA Fraksi Golkar ini, meski duit tersebut telah didistribusikan, namun dia tetap bertanggungjawab untuk mengembalikannya.

Bahkan, tiga dari lima orang, sudah lunas dibayar. “Jadi memang tinggal dua lagi yang masih belum saya kembalikan seluruhnya,” kata Wan.

Mereka adalah Astamuddin dan Jayadi, keduanya warga Simeulue. Dua orang ini juga telah melaporkan Wan Iskandar ke Badan Kehormatan DPRA atas kasus tersebut.

Tak pernah menawarkan

Sebelum, pada BERITAKINI.CO, Astamudin mengatakan bahwa Wan Iskandar yang menawarkan jasa untuk pengurusan tersebut. Namun Wan Iskandar membatah hal itu.

Baca juga:

“Saya tidak pernah menawarkan untuk mengurus,” ungkapnya.

Menurut Wan Iskandar, dia dan Astamudin sesungguhnya telah saling kenal. “Jadi anak saya itu tiga orang lulusan IPDN semua, mungkin karena itu mereka minta tolong pada saya,” katanya.

Dia juga mengaku telah mengembalikan sejumlah uang dengan cara mencicil kepada Astamuddin dan Jayadi. Bahkan, menurut Wan Iskandar, uang yang diterimanya dari Jayadi, sudah setengahnya dikembalikan.

Sebelumnya, Jayadi mengaku telah menyerahkan uang secara bertahap kepada Wan Iskandar dengan total senilai Rp 265 juta.

Begitu juga uang yang diterima dari Astamudin. Menurut Wan Iskandar, dia sudah mencicilnya, namun dia tak merinci berapa yang telah dikembalikannya. Sementara kepada BERITAKINI.CO Astamudin mengaku menyerahkan uang senilai Rp 205 juta.

Lantas mengapa belum dikembalikan seluruhnya? Wan Iskandar mengaku sedang kesulitan keuangan. Dia juga mengaku sedang dalam keadaan sakit.

“Saya sudah tua dan kerap sakit. Tapi saya tetap bertanggungjawab, saya akan kembalikan uang yang pernah saya terima. Beberapa kali juga saya ada meminjam uang dari orang lain untuk melunasi tanggungjawab saya tersebut,” katanya.

Wan Iskandar juga mengaku aneh dengan pengakuan Astamudin dan Jayadi yang membulatkan nilai uang yang harus dikembalikan tersebut.

Padahal, dari jumlah uang yang diterima tersebut, kata Wan Iskandar, sebagian diantaranya dipergunakan untuk keperluan, seperti transportasi calon peserta, akomodasi, konsumsi hingga bimbingan belajar untuk persiapan tes IPDN. 

“Kok biaya itu tidak dipotong sama mereka, digabung semua oleh mereka,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...