Waled Husaini: Duit Aceh Besar Selama ini Dimonopoli Sekelompok Orang

Oleh ,
Waled Husaini: Duit Aceh Besar Selama ini Dimonopoli Sekelompok Orang
Waled Husaini A Wahab saat menyampaikan orasi politiknya, (BERITAKINI.CO/Irwan Saputra)

BERITAKINI.CO,  Jantho | Calon Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini A Wahab (Waled Husaini) mengatakan, alokasi anggaran yang diperoleh Aceh Besar tak sepenuhnya digunakan untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat. Sebaliknya, duit daerah ini terindikasi dimonopoli oleh sekelompok orang.

"Setiap anggaran yang dimiliki oleh Aceh Besar selalu  tahun ini untuk kelompok,  tahun depan untuk kelompok hingga kiamat tetap milik kelompok. Mereka pikir uang itu adalah warisan orang tuanya, " kata Waled saat orasi di acara "Deklarasi Rabithah (Persatuan) Alumni Ulama Dayah se Aceh Besar Dukung Pasangan Putih", Minggu (25 /12/2016), di Lapangan Bola Kaki,  di Desa Gampong Juroeng  Peujeura,  Kecamatan Ingin Jaya.

Waled mengungkapkan, kondisi ini telah membuat masyarakat Aceh Besar begitu teraniaya, sementara mereka yang menguasai duit rakyat itu hidup berada dalam gelimangan kemewahan. 

"Maka ijinkankanlah kami berjuang mempertaruhkan nyawa untuk Aceh Besar yang lebih baik ke depan,"  ujar Waled.

Baca : Mawardi Klaim 50 Persen Lebih Mantan Kombatan GAM Dukung Pasangan Putih

Perjuangan tersebut bukan karena di sana terdapat pabrik semen,  bukan pula karena terdapat sumur minyak, melainkan, untuk mencari keridhaan Allah.

Oleh karena itu, dia mengajak semua para ulama dayah dan para santri yang hadir hari itu untuk bangkit memperjuangkan nasib masyarakat Aceh Besar.

"Kalau dulu boleh kita diam,  tapi kali ini tidak boleh lagi. Kita harus bangkit dan siap 'bertempur'," tegasnya.

Sehingga nantinya, tidak ada lagi istilah pajak nanggroe, karena sebagai orang dayah dan santri faham bahwa itu adalah perbuatan haram. Maka prilaku demikian kata Waled harus di tumpas, agar tercipta pemerintahan yang bersih.

"Jika sepakat saya mengajak  pada 14 Februari 2017 nanti menangkan suara putih tinggalkan suara merah yang berbahaya," katanya.

Baca : Ribuan Alumni Dayah se-Aceh Besar Deklarasi Mendukung Pasangan Putih

Karena hanya dengan cara itu kata Waled untuk memperbaiki keadaan di Aceh Besar.  Dia nencontohkan bagaimana saat dayah meminta bantuan kitab ke Badan Dayah Aceh Besar, tapi yang diberikan adalah Iqra.

Begitu juga Baitul Mal, apakah zakat selama ini disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat, dan ini yang tidak terwujud hingga saat ini.

Kepada Mawardi Ali, Waled Husaini mengatakan rasa terimakasih karena telah bersedia menggandeng dirinya untuk menjadi wakil dengan tujuan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, Mawardi adalah putra Aceh Besar yang memiliki dedikasi tinggi untuk kemajuan daerah, dan sudah ditunjukkan saat menjabat anggota legislatif, baik di DPRK Aceh Besar maupun saat di DPRA.

"Maka hari ini telah kembali 'si anak hilang' untuk mewujudkan harapan masyarakat Aceh Besar,"  katanya.(*).

IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...