Viral Dendeng Babi Diproduksi di Aceh Besar, Polisi: Tidak Benar!

Viral Dendeng Babi Diproduksi di Aceh Besar, Polisi: Tidak Benar!

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Masjid Raya, Aceh Besar telah menindaklanjuti ihwal viralnya informasi dendeng babi yang diproduksi di Aceh Besar.

Hasil peninjauan ke Gampong Neuheun, Masjid Raya, ternyata informasi itu tidak benar.

Camat bersama Kapolsek Masjid Raya Iptu Ading Suryadiningrat, Babinkamtibmas serta perangkat Gampong Neuheun telah mengonfirmasi kepada salah seorang warga Tionghoa yang tinggal di Gampong Neuheun. Pria itu bernama Ayung.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto melalui Kapolsek Masjid Raya Iptu Ading Suryadiningrat mengatakan, berdasarkan informasi dari Ayung, memang pernah ada produksi Dendeng Babi di lokasi itu, namun pada tahun 1980-an.

“Yang memproduksi namanya Aguan, tapi saat itu tidak ada lebel dan dikhususkan penjualannya kepada komunitas mereka. Pada 2000-an, Aguan pindah ke Medan, Sumatera Utara,” katanya.

Sementara tempat yang ditinggal Aguan tersebut, kata Ading, telah kosong bahkan telah rusak.  

Baca: Viral Dendeng Babi Diproduksi di Neuhen Aceh Besar

Ayung sendiri, kata Ading, masih ada ikatan keluarga dengan Aguan. Di Neuheun, Ayung selama ini berkerja sebagai petambak udang.

Soal adanya beredar dendeng babi dalam kemasan dan mencatut alamat di Jalan Malahayati Km 14,5, yang tersebar di media sosial dan dijual juga di Bukalapak, kata Ading, pihaknya belum bisa menyimpulkan.

"Namun yang jelas, di Neuheun itu tidak ada produksi dendeng babi," katanya.

Informasi dari Ayung, kata Ading, Aguan saat ini masih menetap di Medan, Sumatera Utara.

Sementara Camat Mesjid Raya, Al Mubarak Akbar mengatakan, sejak pindah dari Neuhen, produksi dendeng babi itu pindah ke Tanjung Mulia, Medan, Sumatera Utara.

"Jadi, mengenai dendeng yang beredar di medsos itu bukan diproduksi di Gampong Neuheun, Aceh Besar, namun produksi di Sumatera Utara,” jelas Ayung seperti disampaikan Camat Masjid Raya Al Mubarak.

Lebih lanjut Muspika Mesjid Raya belum mengetahui informasi lebih jelas kenapa Aguan mencamtumkan alamat di label Dedeng Babi Cap Kelinci produksinya masih menggunakan alamat Jalan Malahayati Km14.5.

"Persoalan ini, kami sudah laporkan kepada Bupati Aceh Besar di Kota Jantho," kata Al Mubarak Akbar.

Rubrik

Komentar

Loading...