[Video] Nasibnya Terkatung-katung, PNS yang Masuk Daftar Pecat Karena Korupsi di Aceh Besar ini Kembalikan Baju Dinas

Oleh ,
[Video] Nasibnya Terkatung-katung, PNS yang Masuk Daftar Pecat Karena Korupsi di Aceh Besar ini Kembalikan Baju Dinas

BERITAKINI.CO, Jantho | Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Aceh Besar, Tarmizi mengembalikan baju dinas harian (PDH) saat apel pagi, Senin (11/2/2019), di halaman kantor Bupati Aceh Besar, di Kota Jantho.

Aksi pria yang tercatat seabgai pegawai di Dinas PUPR Aceh Besar (dulu Dinas Pengairan) itu sontak menyita perhatian ratusan peserta apel lain. Peristiwa itu pun terekam dalam video yang kini beredar di media sosial.

Dikonfirmasi BERITAKINI.CO, Tarmizi mengaku mengembalikan baju dinas kepada pemimpin apel sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah setempat atas ketidakjelasan statusnya sebagai ASN. Bahkan, Ia mengaku tidak menerima gaji sebagai PNS sejak akhir Oktober 2018 lalu.

Baca: Terlibat Korupsi, 10 ASN Pemkab Aceh Besar Bakal Dipecat

”Saya mempertanyakan status saya saat ini, gaji saya sudah ditahan sejak Oktober, hingga saat ini masih terkatung katung. Nama saya masih ada di absen, kalau tidak ada lagi di absen tidak masalah,” kata Tarmizi.

Tarmizi mengaku tidak mempermasalahkan jika Ia harus dipecat sebagai ASN karena telah memiliki kekuatan hukum tetap dan menjalani hukuman atas kasus korupsi proyek pembangunan tanggul di Kecamatan Mountasik.

“Sekda pernah mengatakan bahwa saya harus dipecat 31 Desember 2018 kemarin, namun sampai saat ini saya masih terkatung-katung. Saya butuh kejelasan, kalau memang saya dipecat, tidak masalah bagi saya,” kata Tarmizi.

Tarmizi mengaku akan menyurati Presiden Jokowi terkait dengan masalah yang kini Ia hadapi bersama enam rekan sejawatnya di Dinas PUPR.

“Saya akan menjumpai presiden, saya sudah siap,” kata Tarmizi.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Besar Drs Iskandar dikonfirmasi BERITAKINI.CO membenarkan insiden itu.

“Ia benar tadi pagi ada insiden salah satu PNS mengembalikan baju dinas. Namun saya tadi pagi tidak hadir dalam apel karena sedang ada tugas di luar,” kata Iskandar, Senin (11/2/2019).

Kata dia, Tarmizi merupakan salah satu dari 10 ASN yang namanya masuk dalam daftar akan dipecat karena terbukti korupsi.

Sebelumnya, sebanyak 10 orang ASN atau PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, yang terbukti korupsi dan putusannya inkracht bakal diberhentikan tidak dengan hormat atau dipecat.

Hal ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari kesepakatan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima, Haria Wibisana, yang telah ditandatangani secara bersama melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

SKB yang disepakati secara bersama itu terkait dengan pemecatan terhadap 2.357 orang PNS yang berstatus koruptor. Dari data Badan Kepegawaian Nasional (BKN) per 12 September 2018, total ada 89 orang ASN (13 orang tingkat provinsi dan 76 orang tingkat kabupaten/kota) yang masuk dalam daftar pemecatan.

“Berdasarkan data dari BKN ada 10 orang, Saat ini sedang dalam pengurusan tinggal ditandatangani oleh Bupati selaku PPK,” kata Iskandar.

Dari 10 ASN tersandung kasus korupsi yang bakal dipecat tersebut, sebagian besar bertugas di Dinas Pengairan dan beberapa dinas lainnya. Mereka terjerat kasus korupsi kurun waktu dari 2013 hingga 2018 lalu.

“Ada tujuh orang ASN di Dinas Pengairan yang tersandung korupsi. Sebagian besar itu staf, hanya ada satu orang yang kepala dinas. Sebenarnya ada dua Kadis, namun satu orang sedang banding jadi kita tunda,” kata Iskandar.

Meski telah memprosesnya, kata Iskandar, Ia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pemecatan akan dilakukan.

“Saat ini ada beberapa ASN melalui Korpri infonya sedang melakukan uji materi (Judicial Review) terhadap SKB yang diteken oleh tiga Menteri. Namun ada beberapa surat dari BKN yang menyatakan mereka tetap harus diproses pemecatan. Jadi kita masih memprosesnya,” kata Iskandar.

Rubrik

Komentar

Loading...