Usai Salat Ashar, Pria ini Tikam Mantan Kadishub Gayo Lues Hingga Tewas

Usai Salat Ashar, Pria ini Tikam Mantan Kadishub Gayo Lues Hingga Tewas

BERITAKINI.CO, Blangkejeren | Seorang pemuda di Gayo Lues berinisial SS (30) nekat menikam Suadir (55) warga Desa Penampaan, Kecamatan Blangkejeren pada Minggu (23/6/2019).

Akibat penikaman itu, korban yang merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan Gayo, tewas bersimbah darah.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Abdul Hamid kepada BERITAKINI.CO, Minggu malam (23/6/2019) mengatakan, penikaman terjadi di area pintu Masjid Penampaan, sore tadi.

“Asai selesai salat Ashar sekitar pukul 16.15 WIB. Aksi penikaman itu dilakukan pelaku dengan sebelah pisau," kata Abdul Hamid.

Keduanya, kata Abdul Hamid, datang ke masjid untuk menunaikan ibadah Ashar.

Usai salat, pelaku keluar masjid terlebih dahulu. Sementara korban berjalan bersama jemaah lain di belakangnya.

“Dari pengakuan pelaku, saat itu dia mendengar ucapan dari korban kepada jemaah lainnya yang menyebutkan dirinya gila," tutur Abdul Hamid.

Tak terima atas ucapan itu, pelaku  menghampiri korban dengan memegang sebilah pisau dan ia langsung menikam korban sebanyak delapan kali.

Aksi itu dilakukan pelaku secara brutal dan membabi buta hingga korban mengalami pendarahan hebat.

Melihat peristiwa tersebut, para jemaah yang menyaksikan langsung bertindak bahkan pelaku sempat dipukuli warga.

Lanjutnya, saat itu korban langsung dibawa ke RSUD Sangir tetapi ia mengalami pendarahan akibat tikaman yang cukup banyak, sehingga korban dinyatakan meninggal dunia.

Kini pelaku telah diamankan di Polres Gayo Lues untuk pemeriksaan lebih lanjut beserta barang bukti berupa satu buah pisau dan sarungnya, termasuk baju serta celana pelaku yang berlumuran darah.

“Untuk dugaan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa seperti yang disebutkan, hal itu akan kita koordinasikan terlebih dahulu dengan pihak RS Jiwa. Sebab pengakuan dari pelaku bahwa dirinya tidak ada mengalami ganguan jiwa," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...