Unjuk Rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil, Warga Kota Baharu Tuntut Pengaspalan Jalan

Unjuk Rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil, Warga Kota Baharu Tuntut Pengaspalan Jalan

BERITAKINI.CO, Singkil | Ratusan masyarakat dari Kecamatan Kota Baharu berunjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Singkil, Senin (11/2/2019). Mereka menuntut pemerintah memperbaiki jalan yang rusak sepanjang 21 kilo meter.

Pantauan BERITAKINI.CO, massa yang menamakan diri Panitia Persiapan Percepatan Pembangunan Jalan Raya Kota Baharu (P4-JARKOB), bergerak dari depan kantor Camat Kota Baharu menuju Ibu Singkil mengendarai puluhan kendaraan roda empat dan roda dua. Mereka juga mengusung sejumlah spanduk berisi tuntutan mereka.

Koordinator aksi Wanhar Lingga dalam orasinya mengatakan, jalan yang menghubungkan kecamatan mereka dengan pusat kabupaten telah lama ada. Namun, hingga saat ini jalan sepanjang 21 kilo meter itu belum diaspal dan kondisinya rusak parah.

"Kami datang hari ini untuk menjumpai bupati, sudah 18 tahun Kecamatan Kota Baharu tidak ada pembangunan yang signifikan untuk masyarakat. Kami meminta agar Bupati dan wakil Bupati Aceh Singkil membangun dan mengaspal jalan yang melewati HGU PT Nafasindo pada 2020 mendatang," kata Wanhar.

Kata dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pernah berjanji akan membangun Kecamatan Kota Baharu, termasuk memperbaiki jalan tersebut. Namun, hingga kini janji itu tidak kunjung direalisasikan oleh pemerintah setempat.

"Kami bosan dengan janji perubahan, kami butuh fakta. Padahal setiap Musrenbang kecamatan tetap ada usulan, namun saat Musrenbang Kabupaten Aceh Singkil selalu dicoret," kata Wanhar.

Kedatangan ratusan massa itu diterima oleh Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali, dan didampingi oleh beberapa pejabat SKPK. Di hadapan massa, wabup mengatakan pembangunan jalan itu akan direalisasikan pada tahun 2020 mendatang sesuai tuntutan massa.

"Tahapan pembangunan dimulai dari perencanaan pada tahun 2019 dan sudah dialokasikan anggarannya melalui dinas PUPR Aceh Singkil. Pada bulan juli nanti, kita akan membicarakan lagi, karena jalan itu milik HGU. Jika tidak mengindahkan, maka kita tindak tegas, karena ini untuk kepentingan masyarakat umum," katanya. 

Usai mendengar penjelasan wabup, warga yang mengaku bosan dengan janji-janji pemerintah meminta keseriusan Pemkab Aceh Singkil dengan membuat perjanjian sebagai pegangan mereka.

Atas permintaan itu, Wakil Bupati Aceh Singkil mengamininya dan akan menandatanganinya.

Editor
Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...