Tren di Pidie, Istri Gugat Cerai Suami

Tren di Pidie, Istri Gugat Cerai Suami

BERITAKINI.CO, Sigli | Kasus cerai gugat merupakan kasus terbanyak yang ditangani Mahkamah Syariah (MS) Sigli sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan angka ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kepala Bagian Humas Mahkamah Syariah Sigli, Badriyah kepada BERITAKINI.CO, Selasa (21/3/2017) mengatakan, hingga Februari 2017 saja, Mahkamah Syariah sudah menerima 58 kasus cerai gugat. Jumlah ini jauh di atas kasus cerai talak yang hanya 23 perkara.

Badriyah menjelaskan, faktor menonjol dalam kasus cerai gugat adalah soal ekonomi. Disusul Kekerasan Dalam Rumah Tangga, poligami, ditinggal rantau suami, dan perselingkuhan.

“Rata-rata umur pernikahan mereka baru 1 sampai 4 tahun dan baru memiliki satu momongan,” katanya.

Menurut Badriyah, sebelum menggugat ke Mahkahamah Syariah, biasanya mereka sudah berulang kali mendatangi kantor KUA.

Lazimnya, sudah tak bisa lagi diselesaikan di sana, maka akhirnya pasutri tersebut menggugat ke MS.

“Di sini kami juga meminta diselesaikan dan dimusyawarahkan dulu untuk mencari jalan keluar, tidak langsung harus bercerai,” katanya.

Adapun para penggugat memiliki latar belakang beragam, dari ibu rumah tangga, wiraswasta, tenaga kesehatan, hingga PNS dan beberapa jenis pekerjaan lain.

Pada 2016, Mahkamah Syariah Sigli telah menyidangkan kasus perceraian, masing-masing, sebanyak 255 kasus cerai gugat dan 76 kasus cerai talak. (*)

Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...