Tolak Ikut PPPK, Honorer K2 di Pidie Minta Diangkat Jadi PNS

Tolak Ikut PPPK, Honorer K2 di Pidie Minta Diangkat Jadi PNS

BERITAKINI.CO, Sigli | Ratusan guru honorer Kategori II (K2) di Kabupaten Pidie melolak mendaftar menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang dibuka serentak di seluruh Indonesia.

Wal Asri, perwakilan guru honorer K2 Kabupaten Pidie memastikan guru honor K2 di Kabupaten Pidie tidak akan mengikuti peluang lewat PPPK.

Baca: Pendaftaran PPPK Sudah Dibuka, Pemkab Pidie Masih Terkendala Anggaran

“Kita sudah menyampaikan penolakan itu kepada Badan Kepegawaian Daerah Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Pidie beberapa waktu lalu,” kata Wal Asri kepada BERITAKINI.CO, Rabu (13/2/2019).

Menurut Wal Asri, ada beberapa alasan mereka tidak ikut dalam perekrutan PPPK, diantaranya akibat adanya pembatasan umur calon PPPK.

“Rata-rata umur guru honorer K2 sudah melewati batas maksimal,” kata Wal Asri.

Kemudian, sambungnya, untuk kontrak PPPK ini juga akan diperbaharui setiap tahun sekali dan selama dalam perjanjian kontrak, pegawai tidak dibolehkan mengikuti tes CPNS.

"Setelah habis kontrak tahunan, nanti pegawai PPPK harus ikut tes lagi untuk kontrak baru," sambung Wal Asri.

Kepala BKDSDM Kabupaten Pidie, Mukhlis yang dikonfirmasi membenarkan penolakan PPPK oleh ratusan guru honorer K2 Kabupaten Pidie.

Kata dia, puluhan perwakilan honorer K2 mendatangi kantor BKDSDA pada Senin 11 Februari 2019, mereka meminta agar guru honorer K2 dapat diangkat menjadi PNS.

"Senin kemaren mereka datang kesini, mereka minta diangkat menjadi PNS dan menolak ikut PPPK," kata Mukhlis.

Rubrik

Komentar

Loading...