TNI AL Ringkus Keluarga Penyelundup Narkoba di Lhokseumawe, 5 Karung Sabu Disita

TNI AL Ringkus Keluarga Penyelundup Narkoba di Lhokseumawe, 5 Karung Sabu Disita
Tersangka sindikat narkoba Internasional Thailand-Aceh.(Foto: Ist)

BERITAKINI.CO, Lhokseumawe | Tim F1QR Lanal Lhokseumawe Lantamal I menggagalkan upaya penyelundupan 50 kilogram sabu di perairan Kota Lhokseumawe.

Dari pengungkapan ini, polisi menangkap empat orang tersangka sindikat narkoba Internasional Thailand-Aceh. Selain tersangka dan barang bukti puluhan kilogram sabu, petugas juga mengamankan sepucuk senjata api laras pendek.

Komandan Lantamal 1 Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto mengatakan, penyelundupan itu digagalkan pada Senin (18/3/2019). Ketika itu, tim patroli menghentikan dua unit kapal nelayan yang mencurigakan di perairan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap dua buah kapal boat tersebut, anggota kita berhasil mengamankan 5 karung narkoba jenis sabu sebanyak 50 kilogram dan satu pucuk senjata api. Kita juga menangkap 4 orang ABK," kata Ali Triswanto, Selasa (19/3/2019).

Empat tersangka itu masing-masing berinisial IS (36); IR (28); HS (27); dan MA (27). Mereka merupakan warga Desa Ujong Blang.

“Mereka telah lama menjadi kurir sabu komplotan Fery CS. Komplotan ini sudah terbentuk sejak tahun 2017 dan mereka merupakan keluarga besar (abang, adik serta sepupuan),” kata Ali.

“Daerah operasi jaringan ini di wilayah perairan Kota Lhokseumawe, terutama di daerah Pusong dan Ujong Blang. Dan jaringan ini merupakan sindikat internasional Thailand – Aceh."

Kata dia, tersangka dan barang bukti 50 kilogram sabu tersebut akan diserahkan kepada BNN untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita akan terus mengejar siapa pemilik sabu ini nantinya," tambahnya.

Atas perbuatannya pelaku terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 122 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2019 dengan ancaman maksimal pidana mati.

"Untuk kepemilikan senjata api tersangka akan dikenai Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 yang prosesnya akan dilakukan pihak kepolisian nantinya," katanya.

Editor
Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...