Tetap Beroperasi Saat Tarawih, FPI dan Warga Pertimbangkan Aksi Penyegelan PT Mifa Bersaudara

Tetap Beroperasi Saat Tarawih, FPI dan Warga Pertimbangkan Aksi Penyegelan PT Mifa Bersaudara
Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Aceh Barat Dedi Arona

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Aceh Barat Dedi Arona menegaskan bahwa tak tertutup kemungkinan meraka bersama warga sekitar tambang akan melakukan penyegelan terhadap PT Mifa Bersaudara lantaran perusahaan tetap melakukan operasional pada malam hari, terutama saat umat islam sedang salat Tarawih.

“Jika ini terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan untuk kami lakukan aksi penyegelan bersama warga," kata Dedi melalui siaran pers yang diterima BERITAKINI.CO, Senin (5/6/2017).

Dedi juga menyinggung ihwal bantahan yang disampaikan Relation Menager PT Mifa Azizon, Sabtu 3 Juni 2017 lalu saat menanggapi kecaman dari FPI. Saat itu, Azizon mengatakan bahwa hal itu dipicu miskomunikasi.

Baca: PT Mifa Bantah Dituding Intoleran Terhadap Islam

Sementara menurut Dedi Arona, kecaman yang dilayangkan kepada PT. Mifa tersebut berdasarkan fakta dan pengaduan masyarakat dan beberapa pekerja muslim yang mengeluh karena tidak sempat mengerjakan salat tarawih berjamaah di mesjid karena adanya jadwal shift kerja.

Lebih lucu lagi, tambahnya, FPI selama ini tidak pernah berkomunikasi dengan pihak PT. Mifa sebelum melayangkan kecaman tersebut, sehingga tidak bisa dikatakan telah terjadi miskomunikasi, sementara proses komunikasi saja memang belum pernah terjadi.

“Kami berharap kepada DPRK Aceh Barat juga proaktif untuk mendesak perusahaan agar menghentikan aktifitas produksi di malam hari selama bulan ramadan, agar pekerja muslim dapat dengan tenang beribadah dan beristirahat bersama keluarga,” katanya.

Baca : Forsir Kerja Saat Tarawih, FPI Nilai PT Mifa Bersaudara Intoleran Terhadap Islam

 

Dia sangat menyayangkan kebijakan PT. Mifa Bersaudara yang tidak mempertimbangkan waktu istirahat pekerja muslim, dan terkesan hanya fokus untuk mengeruk kekayaan alam semata. Hal ini mencerminkan kerakusan yang nyata tanpa mempertimbangkan hak azasi kemanusian.

“FPI Aceh Barat mengingatkan dengan sangat serius, persoalan seperti ini bukanlah hal sepele, ini merupakan masalah sensitif dan tidak menutup kemungkinan untuk kami melakukan aksi penyegelan bersama warga bila masih tetap saja berkilah," katanya. [Wawan]

Penulis
Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...