Tersangka Pembunuhan Sadis Guru Honor SDN Lueng Bata Terancam Hukuman Mati

Tersangka Pembunuhan Sadis Guru Honor SDN Lueng Bata Terancam Hukuman Mati

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | SK (28) alias Aluk, tersangka pembunuhan sadis guru SDN Lueng Bata, Danil Juliansyah, yang mayatnya ditemukan di kos-kosan di Kawasan Kuta Alam, Banda Aceh, terancam hukuman mati.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto menyebutkan, pelaku telah berencana membunuh korban. Motif pelaku membunuh korban karena permasalahan hutang piutang yang telah lama tidak dibayar oleh korban.

Baca: Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Sadis Guru Honor SDN Lueng Bata

“Pelaku telah merencanakan tindakan pembunuhan karena pelaku membawa pisau,” kata Trisno, Jumat (9/11/2018).

Sebelum dibunuh, kata Trisno, korban dan pelaku sepakat bertemu di kos-kosan Alimun untuk mengembalikan hutangnya.

“Pelaku datang dari Kutacane. Pelaku kesal karena hutangnya sudah lama tidak dikembalikan dan terjadilah cek cok mulut dan berujung pada pembunuhan. Waktu pembunuhan terjadi tanggal 7 0ktober 2018," ungkapnya.

Saat ditanya soal utang piutang antara pelaku dan korban, Trisno menyebutkan masih dalam pendalaman secara mendetail. "Ini masih kita dalami," ujarnya.

Kata Trisno, polisi menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana.

Baca: Diduga Pelaku Habisi Guru Honor SDN Lueng Bata Karena Soal Hutang Pituang

"Pelaku dikenakan hukuman maksimal yaitu pasal 340 KUHP pembunuhan berencana subsider 338 dan 365 tentang pencurian dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," tegas Trisno.

Sementara untuk lima orang penadah yang membeli barang-barang hasil curian juga dikenakan pasal 480 KUHP.

"Mereka dijerat dengan pasal tentang penadah dengan ancaman hukuman 2-3 tahun. Sementara tersangka SKK diancam hukuman mati atau seumur hidup," katanya.

Diketahui, polisi mengungkap kasus ini dalam kurun waktu satu bulan. Awal pengungkapan berdasarkan petunjuk barang bukti barang milik korban yang dibawa oleh pelaku.

Ternyata handphone dan laptop milik korban dijual oleh pelaku ke Medan. Sementara sepeda motor milik korban dijual kepada penadah di Gayo Lues.

Berdasarkan petunjuk itu, petugas langsung menuju ke Gayo Lues untuk meringkus tersangka. | MAG 002

Penulis
Editor
Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...