Tersandung Korupsi, Oknum Guru di Abdya Dipecat

Oleh ,
Tersandung Korupsi, Oknum Guru di Abdya Dipecat
Ilustrasi Net

BERITAKINI.CO, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memberhentikan secara tidak hormat seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang tersangkut kasus korupsi.

Oknum PNS yang dipecat itu adalah seorang guru muda pangkat/golongan penata Tk I (III/d), bertugas di SMP Negeri 2 Blangpidie.

Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya Thamrin dikonfirmasi membenarkan pemecatan tersebut. Oknum guru bernama Darwis itu dipecat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Abdya Nomor 275 Tahun 2019, yang dikeluarkan pada tanggal 2 Mei 2019 lalu.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengeluarkan surat keputusan pemecatan Darwis dari status PNS berdasarkan putusan dalam tingkatan kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang dikeluarkan 21 Agustus 2013.

"Yang bersangkutan diberhentikan dari PNS karena dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak korupsi yang merupakan tindak pidana kejahatan jabatan yang ada hubungannya dengan jabatan," kata Sekda, Rabu malam (15/5/2019).

Menurut Sekda, tindak pidana korupsi itu dilakukan Darwis bukan sebagai guru di sekolah. Namun, Ia tersandung kasus korupsi semasa Ia rangkap jabatan sebagai Kepala Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie.

Dalam perjalanan menjadi Kepala Desa Baharu, kata Sekda, yang bersangkutan terlibat kasus korupsi pembangunan jalan yang bersumber dari dana desa tahun 2008, dengan anggaran sebesar Rp 100 juta.

"Pekerjaannnya dilakukan oleh warga secara swakelola sesuai hasil mufakat. Warga sepakat melakukan gotong-royong agar ongkos pembangunan jalan desa senilai Rp16 juta dapat dipergunakan untuk kebutuhan desa. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya yang bersangkutan menjalani persidangan di pengadilan karena tersandung kasus korupsi," tuturnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...