Ternyata Banyak Perempuan di Pidie Tak Tahu Telah Mengalami KDRT

Ternyata Banyak Perempuan di Pidie Tak Tahu Telah Mengalami KDRT
Acara pelatihan peningkatan kapasitas perempuan tentang undang-undang (UU) perlindungan anak dan KDRT (Foto: Firman)

BERITAKINI.CO, Sigli | Anggota Komisi A DPRK Pidie Nursaadah Husen mengatakan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Pidie masih tinggi, namun karena masyarakat tidak mengetahui tindakan yang diterima tersebut tergolong KDRT sehingga mereka marasa tidak dizalimi haknya.

Hal itu disampaikan Nursaadah Husen pada pelatihan peningkatan kapasitas perempuan tentang Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dan KDRT di Aula DKSPP Pidie, Rabu (5/4/2017).

“Yang tergolong KDRT bukan penganiaan saja, tapi penelantaran ekonomi juga KDRT,” katanya.

Karena itu, kata Nursaadah, masyarakat perlu diberi ruang dan pemahaman bahwa negara melindungi perempuan dari tindakan kekesasan, baik itu fisik maupun psikis.

"Bahkan, psikis lebih berbahaya dari kekerasan fisik," katanya.

Menurut Nursaadah, kasus KDRT di Pidie didominasi oleh faktor ekonomi keluarga berekonomi menengah ke bawah.

“Dari diskusi kami dengan perempuan di Pidie, mereka tidak mengetahui adanya undang-undang yang melindungi mereka dari tidak kekerasan yaitu UU Nomor 23 tahun 2004,” katanya.(*)

 

Komentar

Loading...