Ternyata, Apa Karya yang Minta Tambahan BKO untuk Pengamanan Pilkada Aceh

Ternyata, Apa Karya yang Minta Tambahan BKO untuk Pengamanan Pilkada Aceh

BERITAKINI.CO, SIGLI | Calon Gubernur Aceh Zakaria Saman alias Apa Karya jauh-jauh hari telah merasakan jika pelaksanaan pilkada di Aceh perlu dikawal ketat aparat keamanan. Suhu politik yang kian memanas, kata Apa Karya, dikhawatirkan dapat mendorong terjadinya intimidasi, kecurangan bahkan penganiayaan.

Wateenyan loen peugah bak Jusuf Kalla (wapres), kayak jieh perle tatamah pihak keamanan untuk takawai pilkada, supaya bek na kecurangan, intimidasi, hingga penganiaan ( Saat itu saya sampaikan kepada Wapres Jusuf Kalla agar ditambah aparat keamanan saat pilkada, supaya tidak ada kecurangan, intimidasi dan penganiaan),” kata Apa Karya di hadapan ribuan massa pendukunganya saat kampanye rapat akbar di Lapangan Sepakbola, Beureuneun, Kamis (26/1/2017).

Apa Karya juga mengomentari mengenai ada pihak yang mencoba menghalangi penambahan aparat keamanan tersebut.

Peucit diba diawaknyan tongkat, nyan nan jih polisi hansip. Menyee bit meunan abeh dipuplueng kotak suara (Apa juga yang harus dibawa tongkat hansip? Itu namanya polisi hansip, jika itu setujui habis semua kotak suara dibawa lari),” tambah Apa Karya.(*)

Seperti diketahui, sebelum penambahan pasukan Brimob ke Aceh dilakukan, sejumlah pihak sempat menolak rencana tersebut.

Salah satunya adlah Calon gubernur Aceh Muzakir Manaf. Dia bahkan meminta agar pasukan BKO yang dikirim ke Aceh tidak menggunakan senjata pada saat melakukan pengamanan pada hari pencoblosan, 15 Februari 2017.

“Tapi kalau pun BKO dikirim ke mari (Aceh), kita harapkan menggunakan tongkat jangan menggunakan senjata, karena senjata akan membuat trauma masyarakat yang ingin mencoblos pada hari H. Ini yang kita khawatirkan,” kata Muzakir Manaf disela-sela pemeriksan kesehatan di Rumash Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (24/9/2017) lalu.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...