Terlibat Korupsi, Bekas Sekda Aceh Husni Bahri Tob Ditetapkan Sebagai Tersangka

Terlibat Korupsi, Bekas Sekda Aceh Husni Bahri Tob Ditetapkan Sebagai Tersangka

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menetapkan bekas Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Husni Bahri Tob sebagai tersangka, Kamis, (23/2/2017).

Husni Bahri diduga terlibat dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas 2010 senilai RP 22,3 miliar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Amir Hamzah  mengatakan, sebelumnya  jaksa penyidik Kejati Aceh juga telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus yang sama, yaitu mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Alm. Paradis,  Bendahara Umum Aceh Hidayat dan staf administrasi Mukhtaruddin,” ujarnya.

Amir mengungkapkan,  Husni Bahri Tob ditetapkan sebagai tersangka berawal dari hasil ekspos tim jaksa penyidik. “Dari hasil ekpos itu ditemukan bukti awal yang cukup kuat untuk menetapkan Husni Bahri Tob,” kata Amir Hamzah.

Husni Bahri Tob, kata Amir, ikut menandatangani bonggol cek sebanyak enam kali untuk pencairan uang dengan maksud untuk membayar pajak. Namun, katanya, pencairan tersebut tidak malui mekanisme SP2D.

"Sementara pajak  tidak dibayar, akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 4,02 miliar lebih berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan ," jelasnya.

Penetapan tersangka tersebut, katanya, berdasarkan surat perintah Kepala Kejati Aceh pada 21 Februari 2017.

Jaksa akan menjerat Husni Bahri Tob dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002.

"Kami meminta tim jaksa agar segera merampungkan berkas tersebut ke pengadilan," katanya.

Namun,  kata Amir, dengan bukti-bukti yang diperoleh baik saat pemeriksaan maupun dipersidangan nantinya tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan tersangka baru.

"Nanti akan kita lihat,  setelah tidak dibayarkan pajak tersebut siapa yang menikmati uang tersebut,  nanti akan terungkap,  jadi tidak berhenti di sini," katanya. (*)

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...