Terinspirasi dari Irwandi, YARA Deklarasi Gerakan Aceh Muak

Terinspirasi dari Irwandi, YARA Deklarasi Gerakan Aceh Muak

BERITAKINI.CO, Banda Aceh - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mendeklarasikan Gerakan Aceh Muak (GERAM), di 3 in 1 Kafe, Banda Aceh, Jumat (29/12/2017).

Dia mengatakan, gerakan ini terinspirasi dari kalimat yang disampaikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada 26 Desember 2017 lalu di Leupung, Aceh Besar.

Saat itu, Irwandi menanggapi sorotan publik ihwal lawatannya ke luar negeri. Dia mengatakan sesungguhnya dia telah bosan ke luar negeri.

"Gerakan ini sebagai gerakan sosial untuk mendorong masyarakat Aceh memiliki rasa 'muak' dengan fenomena yang dialami Aceh selama ini," kata Safaruddin.

Gerakan ini mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Nasir Djamil.

Politisi PKS ini mengatakan, Aceh memiliki banyak sumber daya, baik finansial maupun alam, namun tingkat kemiskinan masih memprihatinkan.

"Mengapa ini terjadi, apa karena orang Aceh malas atau bagaimana? Ini harus dijawab. Kita harus muak dengan kondisi ini. Kita tidak boleh berteman dengan kemiskinan," katanya.

Kemiskinan, kata Nasir Djamil, bisa menimbulkan kesenjangan yang berpotensi menimbulkan radikalisme.

Gerakan ini juga ditujukan untuk mengawal konsistensi antara rencana dengan aplikasi.

"Kita harus muak, misalnya, dengan molornya pengesahaan APBA, muak dengan banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, muak dengan listrik byarpet dan lain-lainnya," katanya. 

"Jadi Geram ini bukan karena marah,  tapi Geram karena cinta. Kita cinta dengan Aceh yang lebih baik."

Komentar

Loading...