Terhambat di Laweung, Semen Indonesia Malah Sudah Berproduksi di Lhoknga

Terhambat di Laweung, Semen Indonesia Malah Sudah Berproduksi di Lhoknga

BERITAKINI.CO, Jantho | Macetnya realisasi investasi Semen Indonesia di Laweung, Kabupaten Pidie lantaran berbagai persoalan, tak lantas membuat BUMN itu langsung meninggalkan Aceh.

Sebaliknya, Semen Indonesia justru berhasil menanamkan modalnya di Tanah Rencong lewat akuisisi saham Holcim Indonesia, yang salah satu anak usahanya adalah PT Lafarge Cement Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar.

"Karena mungkin kecintaan dengan Aceh, Allah membukakan jalan dengan akuisisi Holcim Indonesia," kata General Manager Solusi Bangun Andalas, Durain Parmanoan, di Lhoknga, Rabu (20/3/2019).

Semen Indonesia Grup resmi mengambil alih 80,6 persen saham Holcim Indonesia pada 31 Januari 2019 lalu.

Pada 11 Februari 2019, pemegang saham mengganti nama Holcim Indonesia menjadi Solusi Bangun Indonesia.

Solusi Bangun Indonesia sendiri memiliki dua anak usaha masing-masing Solusi Bangun Beton dan Solusi Bangun Andalas.

Nama terakhir merupakan pengganti PT Lafarge Cement Indonesia.

"Jadi Semen Indonesia bisa kembali aktif di Aceh," kata Durain Parmanoan.

Realisasi investasi Semen Indonesia di Aceh memang sempat tak berjalan mulus.

Lewat anak usahanya Semen Indonesia Aceh, ekspansi perusahaan di Laweung, Kabupaten Pidie terpaksa harus dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.

Pemicunya antara lain, persoalan lahan yang tak kunjung tuntas.

"Tapi Alhamdulillah, meskipun di tempat yang berbeda, Semen Indonesia telah punya fasilitas produksi di Aceh," kata Durain Parmanoan.

Langkah strategis ini telah membuat Semen Indonesia Grup memiliki total sembilan pabrik yang tersebar di dalam dan luar negeri.

Ekspansi ini juga telah menjadikan pangsa pasar dalam negeri BUMN itu melonjak dari semula sekitar 40,8 persen  menjadi 55,8 persen.

Solusi Bangun Andalas sendiri memiliki kapasitas produksi 1,6 juta ton semen per tahun.

Editor
Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...