Tergiur Upah Rp 25 Juta, Ibu dan Anak asal Pidie Nekat Bawa 1 Kg Sabu ke Banjarmasin

Tergiur Upah Rp 25 Juta, Ibu dan Anak asal Pidie Nekat Bawa 1 Kg Sabu ke Banjarmasin
Dua wanita kurir sabu asal Pidie saat diamankan petugas. (banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

BERITAKINI.CO | Dua perempuan terdiri dari ibu dan anak ditangkap petugas BNNP Kalsel karena kedapatan membawa 1 kilo gram sabu-sabu.

Keduanya ditangkap ditangkap petugas di area Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Sabtu (19/1/2019) lalu, sekitar pukul 21.30 Wita saat tiba di Banjarmasin.

Mereka masing-masing yakni Zikriati (49) dan serta Riska (20) warga Desa Dayah Adan, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Kepala BNNP Kalsel Brigjen Nixon Manurung didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Edy Saprianadi, Senin (11/2/2019) mengatakan, penangkapan kedua warga Aceh ini dilakukan usai mereka memperoleh keterangan ada pembawa sabu dari Aceh kemudian ke Jakarta untuk selanjutnya tiba di Syamsudin Noor Banjarmasin.

Petugas yang sudah mengantongi ciri-cirinya langsung melakukan pemantauan hingga keduanya terlihat keluar pintu kedatangan dan langsung disanggong petugas.

Dalam penggeledahan yang melibatkan Polwan itu petugas menemukan 10 paket sabu yang disembunyikan di kedua bra perempuan itu.

Satu orang membawa 8 paket besar sabu yang disembunyikan dalam bra dan satu perempuan lainnya membawa 2 paket sabu juga disembunyikan dalam bra.

Nixon mengatakan, dari pemeriksaam pihaknya ditemukan sabu seberat 1002 gram atau 1 kilo sabu.

"Dari pemeriksaan ternyata ini yang kedua kali ia membawa sabu ke Banjarmasin," papar Nixon seraya mengatakan pihaknya sempat berupaya melakukan pengembangan kasus ini.

Sementara itu, salah satu tersangka Zikriati mengaku telah dua kali membawa sabu ke Banjarmasin. Waktu membawa 1 kilo sabu mereka diupah sebesar Rp 25 juta.

"Disuruh mengantar ke seseorang di Banjarbaru," paparnya.

Rubrik
Sumber
tribunnews.com
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...