Terdakwa Pembunuh Bidan Nursiah Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa Pembunuh Bidan Nursiah Dituntut Hukuman Mati
Suasana pembacaan tuntutan perkara pembunuhan Bidan Nursiah di Pengadilan Negeri Sigli

BERITAKINI.CO, Sigli | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (Kejari) Pidie menuntut hukuman mati terhadap Hamdani (46), terdakwa pembunuh sadis bidan Nursiah yang terjadi Gampong Beulangong Basah, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie pada Agustus 2017 lalu.

Hamdani didakwa melanggar Pasal 340 dan 365 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap istrinya Nursiah, hingga korban meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan sayatan ditubuhnya.

Baca: Begini Adegan Pembunuhan Sadis Bidan Nursiah

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Kejaksaan Sigli masing-masing Yudha SH, Aulia SH, dan Dahnir SH di Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Senin (9/4/2018).

“Terdakwa Hamdani terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Nursiah dengan sengaja dan merampas harta benda,” sebut Yudha di hadapan Hakim Ketua Budi Sunanda MH. MH dan hakim anggota masing-masing Zainal Hasan SH. MH, dan Samsul Maidi SH.

Hamdani yang didampingi kuasa hukumnya Sanusi Hamzah usai pembacaan tuntutan oleh JPU meminta hakim memberikan keringan hukuman kepada kliennya, dengan pertimbangan bahwa terdakwa sudah menyampaikan kebenaran dalam proses persidangan selama ini.

Bahkan, terdakwa membenarkan semua keterangan saksi tentang pembunuhan yang dilakukannya terhadap sang istri.

"Selama dalam persidangan, terdakwa jujur mengakui perbuatannya. Di samping itu dia sangat menyesal atas perbuatan yang dilakukannya, jadi saya minta keringanan hukuman," kata Sanusi.

Terhadap permintaan keringan hukum yang disampaikan terdakwa dan kuasa hukumnya, JPU tetap bersikukuh pada tuntutan awal yaitu menuntut hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan berencana tersebut.

Mendengar JPU tetap pada pendiriannya, kemudian mejelis hakim meminta waktu hingga dua pekan ke depan untuk melakukan musyawarah dan penyiapan putusan hukuman bagi terdakwa Hamdani.

“Sidang putusan akan dilanjutkan pada 23 April 2018,” kata Budi Sunanda.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...