Takut Dikudeta, Mohammed bin Salman Pindahkan Pasukan ke Ibu Kota

Oleh ,
Takut Dikudeta, Mohammed bin Salman Pindahkan Pasukan ke Ibu Kota
Raja Salman (kiri) berbicara dengan putranya, Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman. Raja Salman membentuk lembaga antikorupsi, yang dikepalai putra mahkota, pada 4 November 2017. Lembaga ini kemudian menangkap sebelas pangeran dan puluhan mantan menteri. AP/Hassan Ammar

BERITAKINI.CO | Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan telah memobilisasi pasukan kerajaan setelah muncul rumor bahwa anggota keluarga kerajaan berencana menggulingkannya lewat kudeta.

Menurut laporan Dailymail.co.uk, 1 Desember 2018, personel militer beserta peralatannya dilaporkan telah dipindahkan dari bagian timur dan barat Arab Saudi ke Riyadh, ketika Mohammed bin Salman menghadiri KTT G20 di Argentina.

Setiap perombakan militer kemungkinan akan menjadi langkah preventif untuk mencegah setiap plot kudeta selama putra mahkota berada di luar negeri.

Klaim yang dibuat di media Emirat bertepatan dengan wawancara dengan seorang pangeran Saudi yang mengklaim bahwa kudeta kerajaan sebentar lagi, dan bahwa oposisi sedang menyiapkan kekuatan melawan Putra Mahkota.

Pangeran Khaled bin Farhan al Saud, yang tinggal di pengasingannya di Jerman, mengatakan bahwa kelompok oposisi telah terbentuk di Arab Saudi dengan satu tujuan, yakni menggulingkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan al-Khaleej Online, Pangeran Khaled mengatakan bahwa gaya pemerintahan Putra Mahkota "bodoh dan penuh khayalan".

Dia mengatakan bahwa jika keluarga kerajaan dan negara lain memutuskan untuk melawan Raja Salman dan Putra Mahkota, maka "gelombang kekerasan kemungkinan akan terjadi ketika kerajaan Saudi berkuasa menggunakan metode bodoh dan barbar".

"Saya harap akan ada kudeta lunak yang menggulingkan negara dari dalam dan mengambil kendali lembaga keamanan penting, kemudian memecat Putra Mahkota dan raja."

Pernyataan Khaled mendukung laporan Reuters sebelumnya bahwa ada konspirasi yang berkembang di antara anggota-anggota Keluarga Saud untuk memastikan MBS tidak menjadi Raja ketika Raja Salman yang berusia 82 tahun meninggal.

Tidak seperti monarki Eropa, Kerajaan Saud terdiri dari ratusan pangeran, dengan kekuatan suksesi diwariskan melintasi garis keturunan, bukan secara otomatis jatuh ke putra tertua seperti kerajaan Inggris atau Eropa lain.

Setiap cabang dinasti bermusyawarah sebelum Raja yang baru naik tahta, tetapi karena Mohammed bin Salman sekarang adalah penguasa de facto, upaya untuk menyingkirkannya dari daftar suksesi Raja Arab Saudi kemungkinan akan berujung kekerasan.

Rubrik
Sumber
tempo.co
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...