Godaan Berpuasa 17 Jam, Intip Pengalaman Mahasiswa Asal Pidie Jaya ini Jalani Ramadan di Turki

Godaan Berpuasa 17 Jam, Intip Pengalaman Mahasiswa Asal Pidie Jaya ini Jalani Ramadan di Turki
Nurhafna Zakaria. BERITAKINI.CO

BERITAKINI.CO | Berpuasa ramadan di negeri orang tentu beda rasanya jika dibanding dengan negeri sendiri. Apalagi jika waktu berpuasanya jauh lebih panjang dari lazimnya di kampung halaman.

Contohnya seperti yang dirasakan Nurhafna Zakaria, salah satu mahasiswi Indonesia asal Aceh yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Ankara University, Turki.

Ini adalah tahun pertama Nurhafna menjalani puasa ramadan di Turki. 

"Karena musim panas, jadi waktunya itu lebih panjang daripada di Indonesia. Di sini sahur itu sekitar jam 3, jadi kita mulai sahurnya dari jam 2 gitu," kata mahasiswi jurusan Sosiologi Agama itu.

Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Ar-Raniry merasakan godaan lebih berat, terutama di siang hari. 

"Walau di Turki ini umumnya muslim, tapi ya efek liberalnya itu masih ada, jadi banyak sekali orang-orang yang di jalan itu makan eskrim, merokok," kata Hafna.

Bukan hanya itu, kata perempuan asal Pidie Jaya ini, banyak restoran yang juga tetap melayani pelanggan selama bulan ramadan ini. Karena itu pula, di Turki, ada cukup banyak orang yang tak berpuasa.

"Tapi Turki juga memberikan penghargaan untuk orang-orang yang berpuasa. Terutama di masjid-masjid, mereka menyediakan makanan gratis untuk orang yang berpuasa, jadi banyak juga yang ngantri," katanya.

Lazimnya, kata Hafna, warga negara asing yang memilih mengantri di tempat-tempat yang menyediakan menu berbuka. 

"Meski warga Turki juga cukup banyak," kata gadis 24 tahun itu.

Hafna sendiri mengaku banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan organisasi dan belajar di kampus selama ramadan ini.

Hafna (mengenakan hijab) kumpul bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara jelang berbuka puasa. BERITAKINI.CO

 

Sore harinya jelang berbuka puasa, Hafna dan beberapa mahasiswa lainnya memilih menghabiskan waktu di taman. Apalagi kata dia, Kota Ankara Turki juga dikenal banyak taman bunga yang bisa dikunjungi.

Selain mengabiskan waktu di taman, Hafna juga terbiasa menghabiskan waktu berdiskusi bersama mahasiswa internasional lainnya, sehingga waktu berpuasa pun terasa ringan meski cuaca panas.

"Terus kita juga magribnya jam delapan-an gitu baru bukanya, sekitar begitulah panjangnya (durasi waktu) puasa di sini. Sahurnya jam 2 atau jam 3, bukanya sampai jam 8 malam gitu. Tetapi yang namanya puasa, sebagai muslim tetap istimewa ya, karena ini hanya ada sekali dalam setahun."

 

Rubrik

Komentar

Loading...