Sudah Lebih Dua Bulan, OTT BOP Paud Aceh Utara Belum Ada Tersangka

Oleh ,
Sudah Lebih Dua Bulan, OTT BOP Paud Aceh Utara Belum Ada Tersangka

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli di Dinas Pendidikan Aceh Utara terkait Bantuan Operasional PAUD belum menujukkan titik terang hingga saat ini.

“Masyarakat masih menunggu perkembangan kasus yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu. Ini tanda tanya besar mengapa belum ada kejelasan kasus tersebut,” Koordinator Bidang Hukum dan Politik Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Baihaqi dalam siaran persnya yang diterima BERITAKINI.CO, Rabu (5/12/2018).

Berbeda dengan kasus OTT lain yang digelar oleh tim saber pungli, selain mengamankan sejumlah barang bukti, tim saber langsung menetapkan tersangka yang diduga terlibat.

“Pertanyaannya ada apa dengan kasus OTT BOP PAUD Aceh Utara?” katanya lagi.

Baca: Jika Terbukti Pungli, Sanksi Tegas Menanti Pejabat Disdik Aceh Utara

Berdasarkan monitoring MaTA, selama tahun 2018, Tim Saber Pungli sedikitnya melakukan 6 operasi tangkap tangan.

Dari jumlah kasus tersebut, uang senilai Rp 797 juta dijadikan sebagai barang bukti dan menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Para tersangka berasal dari unsur eksekutif dan swasta.

Berdasarkan catatan MaTA, OTT tersebut tersebar di beberapa wilayah di Aceh, seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Kasus-kasus tersebut di antaranya kasus dugaan pungli terhadap 38 kelompok tani di Nagan Raya, kasus dugaan pungli pada geuchik untuk pelaksanaan MTQ di Aceh Barat.

Baca: OTT Pungli di Disdik Aceh Utara, ini Kata Ketua Saber Pungli Aceh

Selain itu, ada kasus dugaan pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, kasus dugaan pungli di BPN Lhokseumawe, kasus dugaan pungli di Kemenag Bireuen untuk penyelenggaraan maulid.

Menurut MaTA, kasus pungli yang ditindak oleh tim saber pungli ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah di Aceh. Dan ini juga menjadi indikator bahwa pelayanan publik di Aceh belum terbebas dari “belenggu” pungli.

Disamping itu, MaTA mendesak Tim Saber Pungli mempercepat proses hukum terhadap beberapa kasus ini. “Proses hukum ini akan memberi efek jera kepada pelaku,” katanya.

Di sisi lain, MaTA berharap Tim Saber Pungli juga harus memaksimalkan pencegahan di setiap instansi pemberi layanan publik.

Rubrik
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...