Status Mosi Tak Percaya Anggota DPRK Singkil, Yulihardin: Interupsi Tamiruddin Dipicu Soal PAW

Status Mosi Tak Percaya Anggota DPRK Singkil, Yulihardin: Interupsi Tamiruddin Dipicu Soal PAW
Yulihardin

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Wakil Ketua DPRK Singkil Yulihardin menilai interupsi yang dilontarkan koleganya di legislatif Tamiruddin Lingga, yang meminta dirinya turun dari kursi pimpinan paripurna, kemarin, tidaklah pada tempatnya. Apalagi latar belakang Tamiruddin melontarkan interupsi itu, dinilai tidak lagi relevan.

Baca: Pernah Dimosi Tak Percaya, Anggota DPRK Singkil Minta Yulihardin Turun dari Kursi Pimpinan Paripurna

“Jadi terkait interupsi anggota DPRK Singkil Tamiruddin yang meminta saya untuk tidak berada di kursi pimpinan karena pernah dimosi tidak percaya oleh 14 anggota DPRK lainnya, sebenarnya tidak pada tempatnya karena persoalan mosi tersebut sudah tidak ada masalah lagi,” kata Yulihardin pada BERITAKINI.CO, Kamis (14/3/2019).

“Dapat dibuktikan setelah dimosi, saya tetap sering memimpin rapat, menandatangani surat-surat, bahkan menandatangani SPPD perjalanan anggota, termasuk Tamiruddin dan 14 anggota DPRK lainnya yang melayangkan mosi tak percaya pada saya.”

Menurut Yulihardin, sebanyak 14 anggota DPRK tersebut sesungguhnya sudah tak mempermasalahkan lagi tentang mosi tersebut yang dillayangkan pada Desember 2017 lalu itu. Jika diibaratkan kasus hukum, kata Yulihardin, persoalan itu sudah di SP-3.

“Namun kemarin tiba-tiba Tamiruddin mengungkit kembali tentang mosi dengan cara melakukan interupsi dalam sidang paripurna, saya kaget,” katanya.

Dia menilai Tamiruddin salah paham terhadap dirinya karena Yulihardin memproses permintaan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Tamiruddin Lingga. Partai Aceh sendiri, partainya Tamiruddin, kata Yulihardin, telah memutuskan untuk mem-PAW- kadernya itu dan menggantinya dengan Jirin Capah, dari Dapil Gunung Meriah.

“Pada Oktober 2018 Partai Aceh memberhentikan Tami, sudah diberhentikan oleh Partai Aceh, dan partainya mengajukan surat ke pimpinan DPRK untuk memproses PAW. Lalu berdasarkan surat tersebut saya selaku pimpinan menyetujuinya karena berdasarkan surat permintaan Partai Aceh,” katanya.

Surat itu, kata Yulihardin, telah diteruskan ke KIP Singkil, dan KIP Singkil telah memprosesnya dengan mengirim ke Gubernur Aceh untuk permohonan persetujuan PAW.

“Jadi mungkin Tami pikir saya melanjutkan dan memproses PAW itu adalah untuk menghacurkannya,” kata Yulihardin.

Baca: Begini Kelanjutan Mosi Tak Percaya Terhadap Wakil Ketua DPRK Singkil Yulihardin

“Padahal saya hanya menjalankan mekanisme saja, apalagi saat diberhentikan oleh partainya, Tami sempat menggugat Partai Aceh, tapi ditolak. Berdasarkan surat masuk tersebutlah, saya berani memproses PAW tersebut,” katanya.

Yulihardin mengatakan, saat paripurna diskor kemarin, dirinya sempat bertanya langsung pada Tamiruddin Lingga mengapa masih mempersoalkan ihwal mosi tak percaya tersebut.

“Beliau menjawab sakit hati pada saya karena memproses PAW. Jadi beliau sakit hati, namun setelah dijelaskan akhirnya Tami dapat mengerti dan memahaminya, sehingga rapat dilanjutkan kembali.”

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...