Ssttt… Aroma Rasuah Menyembul di Pelaksanaan Sabang Marine Festival 2018

Ssttt… Aroma Rasuah Menyembul di Pelaksanaan Sabang Marine Festival 2018

BERITAKINI.CO, Sabang | Even Sabang Marine Festival 2018 memang telah jauh-jauh hari selesai.

Bahkan, panitia penyelenggara kabarnya telah merampungkan laporan pertanggungjawaban, khususnya laporan penggunaan anggaran yang mencapai Rp 2 miliar itu.

Namun mencuat kabar tak sedap: realisasi anggaran tak semanis sajian dalam laporan.

Tak heran, perkara ini pun telah masuk dalam radar Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang. “Penyidik sudah memanggil panitia penyelenggara dan penanggungjawabnya,” ungkap sumber BERITAKINI.CO di internal Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) baru-baru ini.

Sabang Marine Festival memang agenda rutin BPKS. Tahun ini, even itu digelar pada April 2018 lalu. Ada rupa-rupa kegiatan yang dilaksanakan panitia, yang berada di bawah kendali Deputi Komersil dan Promosi BPKS Agus Salim itu.

Deputi Komersil dan Promosi BPKS Agus Salim

Sumber BERITAKNI.CO mengatakan, terdapat beberapa kegiatan di antaranya terindikasi tak sesuai antara laporan dengan realisasi di lapangan.

“Misal, soal konsumsi dengan menu seadanya, tapi menyedot biaya hingga ratusan juta rupiah. Kemudian ada dugaan biaya untuk sewa sound system yang terlalu besar, hingga ratusan juta, dan juga bayaran artis serta lomba-lomba,” katanya.

Sumber BERITAKINI.CO lainnya mengatakan, beberapa kegiatan dalam even itu juga diduga tak digelar lantaran faktor cuaca. “Ini juga kabarnya sedang ditelusuri, apakah juga ikut diamprah. Jika memang diamprah, maka artinya sudah fiktif,” kata sumber itu.

Satu hal lainnya, kata sumber itu, pekerjaan-pekerjaan yang lazimnya ditender, justru kabarnya dikerjakan dengan swakelola.

“Jadi kabarnya Agus Salim bikin surat minta swakelola padahal inikan bukan pekerjaan sederhana,” katanya.

Agus Salim yang dikonfirmasi memilih mengunci mulut rapat-rapat. Ditelepon ke nomor selulernya, dia tak menjawab. Permohonan wawancara yang dilayangkan juga tak berbalas.

Sementara Kepala BPKS Sayid Fadhil yang dikonfirmasi juga memilih irit berkomentar. Ditemui pada malam pisah sambut Kajati Aceh di Anjong Mon Mata, Komplek Gubernur Aceh, Sabtu malam pekan lalu, Sayid awalnya menolak memberi komentar.

“Tidak usah yang itu ya, yang ringan-ringan saja,” katanya pada BERITAKINI.CO.

Saat dikejar, Sayid akhirnya membenarkan bahwa sejumlah anak buahnya pernah dipanggil penyidik kejaksaan. “Iya,” kata Sayid sambil berlalu.

Sementara itu Kajari Sabang Suhendra yang dikonfirmasi membenarkan bahwa kejaksaan sedang mendalami adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan Sabang Marine Festival 2018 itu.

Indikasi penyelewengan itu, kata Hendra, diperoleh berdasarkan laporan masyarakat. Namun Suhendra enggan membeberkan lebih rinci.

"Jadi memang sedang kita dalami, dan akan kita sampaikan ke publik jika memang sudah waktunya," kata Suhendra. 

Rubrik

Komentar

Loading...