Sosok Polisi yang Pukul Pemuda dalam Video Viral Ternyata Kapolsek Julok

Oleh ,
Sosok Polisi yang Pukul Pemuda dalam Video Viral Ternyata Kapolsek Julok

BERITAKINI.CO, Idi - Sosok polisi yang tampak memukul seorang pemuda dalam sebuah video yang viral di media sosial, terungkap.

Polisi itu adalah Kapolsek Julok, Aceh Timur, Ipda Eko Hadianto. Dan aksinya itu dilakukan sebagai upaya antisipasi agar sosok pemuda tersebut tidak menjadi target amuk massa.

Pasalnya, pemuda tersebut baru saja digerebek oleh warga saat berdua-duaan dengan perempuan yang bukan muhrimnya. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pekan lalu di Gampong Julok Tunong, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Eko Hadianto yang dikonfirmasi membenarkan jika pria berseragam polisi yang ada dalam video tersebut adalah dirinya.

Sementara pemuda berbaju merah yang sempat menjadi sasaran pemukulan warga adalah anak buah Eko yakni Brigadir S.

Lanjutnya, terkait pemukulan tersebut, dilakukannya untuk untuk mengamankan anggotanya itu agar tidak diamuk massa.

Dijelaskan Kapolsek, bahwa pasangan yang diduga mesum tersebut, hendak ia bawa ke kantor kepolisian untuk ditindak secara hukum namun dihalau oleh warga.

"Warga tidak memberikan pasangan tersebut untuk dibawa karena warga meminta agar pasangan ini dilakukan hukum adat berupa, dimandikan, diarak keliling gampong serta membayar denda," ungkapnya.

Lanjutnya, warga juga tampak berang dan untuk menghindari amuk massa, kapolsek Julok melakukan pemahaman hukum kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri, namun warga tetap bertahan untuk dilakukan hukum adat.

"Untuk meyakinkan warga bahwa oknum Brigadir tersebut akan diberikan hukuman yang tegas, saya lakukan tindakan pemukulan terhadap oknum brigadir tersebut, agar warga yakin bahwa oknum polisi ini akan ditindak tegas dan diberi hukuman," jelasnya

Setelah oknum polisi tersebut dipukul oleh Kapolsek, warga kemudian mengizinkan pasangan tersebut untuk diproses secara hukum.

"Usai saya pukul, warga baru mengizinkan pasangan ini dibawa ke Polres Aceh Timur guna dilakukan proses hukum guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Eko Hadianto.

Komentar

Loading...