Soal Jatah Menteri NU, Said: Apa Saja, Tak Hanya Agama

Soal Jatah Menteri NU, Said: Apa Saja, Tak Hanya Agama
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj memberikan minuman kepada calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam acara silaturahmi di gedung PBNU, Jakarta, Senin, 22 April 2019. Silaturahmi tersebut diisi dengan penyampaian gagasan kebangsaan PBNU. TEMPO/Muhammad Hidayat

BERITAKINI.CO | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menilai kader-kader NU cocok ditempatkan di kementerian mana saja. "Apa saja, tidak hanya (bidang) agama. Insyaallah kami banyak," kata Said Aqil di Lapangan Silang Monas, Jakarta

Said Aqil mengatakan banyak kader NU yang profesional. Namun, ia menyebut lembaganya tidak ngoyo meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Apalagi, kata dia, hingga kini belum ada pembahasan dengan kubu Jokowi soal jatah menteri dari kalangan NU.

Kendati begitu, Said Aqil mengaku siap jika sewaktu-waktu diminta menyiapkan nama-nama kadernya sebagai calon menteri. "Kita enggak ngoyo. Diminta siap," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), menyatakan bahwa kontribusi tokoh dan warga NU menjadi salah satu faktor kemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Untuk itu, pihaknya pun meminta tambahan jatah menteri untuk kader NU di kabinet Jokowi-Ma'ruf selanjutnya. Sebab, tidak ada dukungan politik yang gratis.

Rais 'Aam PBNU Miftachul Akhyar juga mengatakan telah menyiapkan kader terbaik untuk diajukan sebagai menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo periode 2019-2024. "Kalau siap, sejak dulu siap," kata Miftachul di Jakarta pada Minggu, 23 Juni 2019. | TEMPO.CO

Komentar

Loading...