Sindikat Judi Asia Tenggara Beromzet Rp 974 Triliun Dibongkar

Sindikat Judi Asia Tenggara Beromzet Rp 974 Triliun Dibongkar

JINCHENG – Kepolisian Jincheng, China, meringkus 94 anggota sindikat judi yang beroperasi di Asia Tenggara. Sindikat judi tersebut memiliki pendapatan hingga USD 72 miliar atau setara Rp 974 triliun.

Seperti dimuat Reuters, Sabtu (26/11/2016), sindikat judi itu membawa masuk sekira 400 penjudi dari Laos dan Myanmar ke China. Para penjudi ini dapat mempertaruhkan uang hingga lebih dari CNY 500 atau setara Rp 978 triliun.

Polisi menuturkan, sindikat tersebut sebenarnya sudah terbongkar sejak 2013 ketika seorang penjudi yang memiliki tumpukan utang dibunuh. Polisi juga membebaskan delapan penjudi yang pernah ditahan oleh jaringan sindikat tersebut yang berada di Myanmar.

Warga China memang dikenal senang berjudi. Mereka biasanya bepergian ke luar negeri untuk menuntaskan hobinya itu karena perjudian secara resmi dilarang di Negeri Tirai Bambu sejak 1949.

Meski begitu, pemerintah tetap mengizinkan undian lotere yang praktiknya mirip dengan perjudian. Pemerintah China selama beberapa tahun terakhir menangkap sejumlah orang yang dituduh memikat warga lokal untuk berjudi di luar negeri.

Pada Oktober 2016, sebanyak 13 manajer kasino asal Korea Selatan (Korsel) dan sejumlah agen China ditangkap. Pada bulan yang sama, sedikitnya 17 pegawai Kasino Crown Reports ditangkap dan tiga di antaranya kemudian ditahan secara resmi atas tuduhan melakukan tindak perjudian.

Penulis
Rubrik
Sumber
okezone.com

Komentar

Loading...