Sikat Peralatan Logistik Senilai Rp 375 Juta, Polisi Ringkus Satpam PDAM Tirta Mon Pase

Sikat Peralatan Logistik Senilai Rp 375 Juta, Polisi Ringkus Satpam PDAM Tirta Mon Pase

BERITAKINI.CO | R (34), kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Dia ditangkap polisi atas dugaan pencurian.

Parahnya, R justru mencuri di tempat dia bekerja yakni PDAM Tirta Mon Pase. R tercatat sebagai anggota satuan pengamanan (satpam) di perusahaan daerah itu.

Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan PDAM Tirta Mon Pasee tentang kehilangan peralatan logistik berupa keran dan meteran air senilai lebih kurang Rp 375 juta-berdasarkan catatan perusahaan.

Menindaklajuti hal tersebut pihaknya langsung melakukan upaya penyelidikan dengan mendatangi lokasi serta memeriksa sejumlah saksi.

Hasil penyelidikan akhirnya mengarah kepada R, warga Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Polisi lantas menangkapnya.

“Dari R terungkap bahwa barang hasil curian tersebut sudah dijual kepada penadah yakni tersangka S (39), warga Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe yang juga pemilik salah satu toko besi di kawasan cunda,” kata Arief seperti dilansir tribratanews-polreslhokseumawe.com.

Tersangka, kata Arief, membeli sejumlah barang dengan uang hasil pejualan barang-barang yang disikatnya tersebut. Adapun barang yang dibeli, antara lain, senapan angin, TV, dan sepeda motor trail. “Sudah kita sita sebagai barang bukti,” kata Arief.

Selain itu, dari tangan penadah tersebut disita barang bukti berupa 438 buah meteran air merk Onda, 121 buah stop kran merk Onda, dan 170 buah handkran serta uang sebesar Rp 60 juta.

“Para tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara dan saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...