Setelah Ditutup, Pantai Manohara Pidie Jaya jadi Lokasi Ternak Unggas

Setelah Ditutup, Pantai Manohara Pidie Jaya jadi Lokasi Ternak Unggas

BERITAKINI.CO, Meureudu | Pantai Manohara di Pidie Jaya benar-benar berubah total. Keindahan dan daya tarik yang sempat memikat banyak pengunjung, kini berubah menjadi kesan horor.

Sejak ditutup warga akhir Desember 2016 lalu, Manohara memang selalu dalam keadaan sepi. Sebagian masyarakat menganggap keberadaan Pantai Manohara ini pembawa sial.

Namun begitu, ada juga masyarakat yang memanfaatkan Pantai Manohara yang sepi itu untuk berternak unggas. Amatan BERITAKINI.CO, warga setempat memelihara ayam dan itik di kawasan pantai tersebut.

Meski tak berjualan, beberapa kafe memang masih tegak berdiri. Tapi sebagian lainnya tampak dalam kondisi roboh. Tumbuhan liar menjalar menutupi bagunan-bangunan yang roboh di sana.

Meski sudah dinyatakan ditutup dan mendapat persetujuan pemerintah, para pemilik kafe tidak membongkar tempat mereka berjualan dulu, bangunan itu dibiarkan berdiri dan melapuk dengan sendirinya.

Pantai yang berjarak lima kilometer dari jalan nasional itu sejatinya bernama Pantai Meuraksa kerana letaknya di Desa Meuraksa, Kecamatan Meureudu.

Nama Manohara melekat tatkala salah seorang pemilik kafe mengambil nama artis Manohara Odelia Pinot yang saat itu sedang hangat menjadi pembicaraan.

Jadilah nama pantai itu Manohara. Nama ini rupanya membawa hoki. Keberadaan pantai cepat terkenal dan menjadi tujuan banyak pengunjung.

Hingga gempa menghentak Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu. Titik gempa hanya berjarak beberapa kilometer dari Pantai Manohara.

Itulah sebabnya, keberadaan pantai ini sering dikait-kaitnya sebagai pembawa sial bagi kabupaten itu.(*)

LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...