Setahun Lebih Berstatus Tersangka, Husni Bahri TOB Belum Juga Maju ke Meja Hijau

Setahun Lebih Berstatus Tersangka, Husni Bahri TOB Belum Juga Maju ke Meja Hijau
Foto: A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Meski telah berstatus tersangka sejak Februari 2017 lalu, kasus dugaan korupsi yang membelit bekas Sekda Aceh Husni Bahri TOB belum juga maju ke meja hijau.

Husni Bahri diduga terlibat dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas 2010 senilai Rp 22,3 miliar.  Sementara dua mantan pejabat Aceh yang juga terlibat kasus ini telah divonis beberapa waktu lalu. Satu orang lainnya yakni mantan Kepala DPKKA Paradis, yang juga tersangka, telah meninggal dunia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir mengatakan, penyidik mengalami kendala dalam mengungkap kasus ini dimana dari fakta yang terungkap, dugaan keterlibatan Husni Bahri TOB berkaitan dengan salah satu tersangka yang sudah meninggal yaitu Paradis.

Baca: 9 Bulan Berstatus Tersangka, Begini Perkembangan Kasus Husni Bahri TOB di Kejati

“Paradis merupakan bagian dari fakta yang seharusnya mengungkap perbuatan dari Husni Bahri TOB. Disitu kesulitannya disebabkan tersangka Paradis sudah meninggal, yang merupakan satu kesatuan dari fakta yang terbangun dari dua terdakwa yang sudah divonis sebelumnya,” kata  Chaerul Amir saat ditanya wartawan usai memimpin serah terima jabatan sejumlah kajari di Gedung Kejaksaan Tinggi Aceh, Kamis (22/3/2018).

Di sisi lain, kata Chaerul, penyidik juga belum mendapat hasil audit kerugian negara dimana BPK berpendapat bahwa hasil audit kerugian negara yang telah dikeluarkan terhadap dua terdakwa yang telah divonis sebelumnya, tidak bisa digunakan sebagai dasar penentuan kerugian negara terhadap tersangka Husni Bahri TOB.

Baca: Proses Hukum Husni Bahri Tob, Abdullah Saleh: Kejaksaan Jangan Permainkan Tersangka

BPK, kata Chaerul, meminta kejaksaan untuk mengajukan lagi permohonan baru audit kerugian negara atas nama Husni Bahri TOB.

“Penyidik juga agak bingung, data dan dokumennya kan sama. Jika diminta mencari data dan dokumen lain, dokumen yang seperti apa?” katanya.

Meski begitu, kata Chaerul, penyidik juga tidak bisa memaksakan agar hasil audit yang telah dikeluarkan untuk dua terdakwa sebelumnya digunakan untuk tersangka Husni Bahri TOP.

Baca: Terlibat Korupsi, Bekas Sekda Aceh Husni Bahri Tob Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Tapi jika itu (hasil audit) bisa digunakan, maka selesai (maju ke meja hijau). Tapi itu lah, BPK bilang tidak bisa jadi dasar untuk HUsni Bahri TOP,” katanya.

Saat ini, kata Chaerul, pihaknya terus membangun koordinasi dengan BPK terkait kelanjutkan perkara yang membelit Husni Bahri TOP tersebut.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...