Sepi Peminat, Penjual Ikan di Pidie Banting Setir jadi Pedagang Daging

Sepi Peminat, Penjual Ikan di Pidie Banting Setir jadi Pedagang Daging
Pedagang daging campur di pasar Pidie (Foto:BERITAKINI.CO/Firman).

BERITAKINI.CO, Sigli | Tingginya permintaan daging saat meugang bulan suci ramadan, membuat sejumlah pedagang rela meninggalkan pekerjaan utamanya. Mereka banting setir menjadi pedagang daging dak-dakan.

Seperti halnya Abdul Wahab (57), warga Gampong Kuala Tari, Kota Sigli. Dia yang selama ini berprofesi sebagai pedagang ikan di Pasar Tradisional Pante Teungeh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, kini ia telah beralih profesi menjual daging campur.

"Karena permintaan ikan pada hari meugang menurun," kata Abdul.

Abdul mendapatkan daging campur dari pedagang sekelilingnya dengan membeli di bawah harga pasar, karena daging yang dibeli tersebut kurang diminati.

Namun, mereka mengolah daging tersebut sehingga terlihat lebih menarik dan laku dijual.

"Daging kami campur tulang, lantas kami jual dengan harga murah pertumpuknya," kata Abdul.

Keberadaan para pedagang daging tumpuk ini tidak sulit ditemui. Mereka berada di saf depan dari pedagang daging kiloan, dan keberadaan mereka tidak mengganggu pedagang kiloan lain bahkan bisa bekerja sama.

Para pedagang daging ini menjual dagangannya dengan harga miring yaitu kisaran Rp 50-60 ribu pertumpuk dan jika ditimbang bisa sampai setengah kilogram. 

"Dagingnya murah, hanya 50 ribu per tumpuk, banyak juga peminatnya," tambah Abdul.

Abdul mengungkapkan, ia membawa modal hanya Rp 200 ribu namun ia bisa memperoleh keuntungan Rp 50 hingga100 ribu.

"Tatap berusaha saja, pasti ada rejeki di luar sana meski pasar ikan lesu," tambah Abdul.(*)

Komentar

Loading...