Seperti Apa Tanggapan Pelancong Malaysia Soal Eksekusi Cambuk di Aceh?

Seperti Apa Tanggapan Pelancong Malaysia Soal Eksekusi Cambuk di Aceh?
H Siti Zahara

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pelaksanaan hukuman cambuk bagi pelanggar syariat yang berlangsung di Masjid Jami’ Lueng Bata, pagi tadi, tak hanya menarik perhatian masyarakat Banda Aceh.

Sejumlah pelancong asal Malaysia ikut menyaksikan prosesi uqubat cambuk yang terbuka untuk umum tersebut.

“Saya sungguh beruntung dapat melihat pelaksanaan hukuman cambuk ini,” kata H Siti Zahara, salah satu pelancong Malaysia saat bincang-bincang dengan BERITAKINI.CO usai menyaksikan uqubat cambuk terhadap 8 pelanggar syariat di halaman Masjid Jami, Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat (20/4/2018).

Dia mengatakan baru pertama menyaksikan langsung pelaksanaan hukuman cambuk, meski di beberapa Negara Bagian di Malaysia juga menerapkan hukum syariah.

“Saya senang dapat berkunjung ke Aceh sebagai Negeri yang melaksanakan Syariat Islam dan senang juga karena dapat melihat langsung hukuman dilaksanakan,” kata warga Selangor, Malaysia ini.

Namun Siti juga mengaku sedih, terutama melihat para wanita yang dicambuk. “Tapi ini memang lebih baik dari pada mereka mendapat siksaan di akhirat kelak,” katanya.

Siti mengatakan, di daerahnya, Selangor, tidak menerapkan hukuman cambuk. Di Malaysia, yang diketahuinya, daerah yang menerapkan hukuman cambuk adalah Kelantan.

Seperti diketahui, Dewan Legeslatif Negara Bagian Kelantan, Malaysia, telah menyetujui amandemen RUU Syariah hukum cambuk di muka umum, pada Rabu, 12 Juli 2017 lalu.

Wakil Menteri Besar Datuk Mohd Amar Nik saat itu mengatakan, amandemen yang disetujui Badan Legistlatif itu sesuai dengan hukum Islam yang memungkinkan menjalankan syariah.

Dilansir dari Tempo.co, dia menjelaskan, sebelumnya, hukum cambuk dilakukan di dalam penjara tetapi setelah amandemen itu disetujui, maka pelaksanaan hukum cambuk bisa dilakukan di depan umum atau di dalam penjara.

Rubrik

Komentar

Loading...