Bertahun-tahun Acak-acakan, Warga Minta Simpang Tujuh Ulee Kareng Segera Dibenahi

Bertahun-tahun Acak-acakan, Warga Minta Simpang Tujuh Ulee Kareng Segera Dibenahi
Simpang Tujuh, Ulee Kareng, Senin (11/2/2019) | Foto: BERITAKINI.CO/A Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Ulee Kareng menjadi salah satu kecamatan yang cukup sibuk di Banda Aceh. Aktivitas ekonomi di kawasan ini terbilang cukup tinggi.

Namun belum sepenuhnya dibarengi dengan penataan yang memadai, terutama rambu lalu lintas dan pelebaran infrastruktur jalan.

Alhasil, Ulee Kareng menjadi salah satu zona yang dinilai amburadul, terutama di kawasan Simpang Tujuh.

Tokoh masyarakat yang tinggal di sekitar Ulee Kareng, Dr. Amri mengatakan, fenomena di Simpang Tujuh tersebut sesungguhnya telah belangsung bertahun-tahun.

“Tapi belum tampak upaya nyata penertiban dan penataan sehingga tak amburadul,” katanya saat bincang-bincang dengan BERITAKINI.CO, Senin (11/2/2019).

Amri mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh penting melakukan penataan, termasuk menata pedagang kaki lima yang juga terkesan tidak tertib.

“Perlu perhatian wali kota Banda Aceh untuk penertiban dan keteraturan Kota Banda Aceh dalam rangka mewujudkan pariwisata,” katanya.

Selain itu, kata Amri, Banda Aceh sesungguhnya adalah miniaturnya Aceh. Karena hampir setiap suku yang ada di Aceh, ada di Banda Aceh.

“Itulah sebabnya, Ulee Kareng ini penting menjadi perhatian, jangan acak-acakan,” katanya.

Pedagang di Ulee Kareng, Jailani Mahmud mengungkapkan bahwa kemacetan terjadi tiga kali dalam sehari di Simpang Tujuh. "Pagi, siang dan sore, sangat mengganggu," katanya.

Dia menilai, sudah saatnya pemerintah melebarkan jalan Simpang Tujuh tersebut. "Saya pernah dengar mau dilebarkan, tapi kok belum terwujud, sudah seharusnya juga dibangun lampu merah di sini," katanya. 

Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...