Semen Langka di Aceh, Dr Amri: Ini Persoalan Serius, Pembangunan Bisa Tak Jalan!

Semen Langka di Aceh, Dr Amri: Ini Persoalan Serius, Pembangunan Bisa Tak Jalan!
Dr Amri (kiri) dan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Rahmad Raden

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Kelangkaan semen masih terjadi di Aceh. Macetnya produksi PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) disebut-sebut menjadi salah satu faktor langkanya bahan utama bangunan tersebut.

Baca: 51 TKA Tiongkok Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI Terhenti Berproduksi

Kondisi ini bisa menjadi salah satu persoalan serius, terutama terhadap realisasi pembangunan Aceh.

"APBA 2019 akan berjalan, jika kondisi ini terus berlarut, maka bisa-bisa pembangunan terkendala," kata Ekonom Universitas Syiah Kuala, Dr Amri, Rabu malam (6/2/2019).

Baca: Harga Semen di Nagan Raya Mencapai Rp 65 Ribu per Sak

Tak hanya itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengatakan, kelangkaan semen juga bisa memicu kerugian bagi pengusaha, terutama yang bekerja dari belanja pemerintah.

Rekanan, misalnya, terpaksa memasok material semen dari luar Aceh dan ini berkonsekuensi pada biaya tinggi.

Jika dikaji lebih dalam, kata Amri, hal ini juga bisa mendorong pertumbuhan tingkat pengangguran, di mana ketiadaan semen otomatis membuat pembangunan tak berjalan.

"Tukang atau buruh bangunan bisa tak memiliki pekerjaan alias menganggur," katanya lagi.

Itulah sebabnya, kata Amri, Pemerintah Aceh perlu segera mencari solusi kongkrit untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tersebut.

PT Lafarge Cement Indonesia sebagai pemilik market share terbesar di Aceh penting untuk didorong agar segera mencari solusi produksi mereka.

"Pemerintah juga tidak boleh bertindak gegabah menyikapi suatu persoalan," kata Amri.

Sebab, kata Amri, Aceh sesungguhnya sedang berada dalam darurat ekonomi.

"Masih termiskin di Sumatera, pengangguran juga masih sangat tinggi," katanya.

Ekonom Unsyiah Dr Rustam Effendi juga mengatakan, kondisi ini memang cukup serius mengingat pelaksanaa APBA 2019 sedang berjalan.

"Ini memang tidak main-main ini," kata Rustam, Rabu (6/2/2019).

Pemerintah Aceh dan PT LCI, kata Rustam, harus segera mencari solusi yang terbaik agar semen kembali tersedia.

Seperti diketahui, kelangkaan semen juga telah memicu meroketnya harga bahan bangunan tersebut. Di Nagan Raya, misalnya, harga semen meningkat menjadi Rp 65 ribu per sak dari sebelumnya Rp 55 ribu. Hal yang sama juga terjadi di sejumlah daerah di Aceh.

Sementara Karo Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Rahmad Raden mengatakan, Dinas Tenaga Kerja Aceh telah duduk bersama PT LCI untuk membahas ihwal kelangkaan semen tersebut.

“Jadi memang sudah ada solusinya. Kabarnya akan PT LCI akan kembali berproduksi,” katanya.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Sekda Aceh yang juga kepala Dinas Tenaga Kerja Aceh. Jadi memang sudah ada solusi untuk mengatasi kelangkaan semen ini."

Rahmat mengakui jika kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Jika berlarut-larut, kata Rahmad, bisa saja roda pembangunan terganggu.

Rubrik

Komentar

Loading...