Selama 2018, KPK Sukses Bekuk 29 Kepala Daerah

Selama 2018, KPK Sukses Bekuk 29 Kepala Daerah

BERITAKINI.CO | Indonesia Corupption Watch (ICW) mencatat Komisi Pemberantasan Korupsi telah meringkus 29 kepala daerah terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Menurut ICW tangkapan itu terbilang masif.

“Jumlah paling tinggi terjadi pada tahun 2018 dengan 29 kasus (kepala daerah),” kata peneliti ICW Egi Primayoga di kantornya, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/12).

Egi menjelaskan, KPK sepanjang 2004 hingga 2018 telah meringkus 104 kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Bahkan 2018 ini tergolong tinggi kepala daerah yang diringkus KPK.

“Di susul tahun 2014 dengan 14 kasus kepala daerah yang ditangani KPK," ucapnya.

Selain itu, lembaga yang fokus pada isu pemberantasan korupsi ini mencatat sepanjang 2004 hingga 2018. Wilayah yang paling banyak kepala daerahnya yang terjerat kasus korupsi itu adalah Jawa Timur.

"Kepala daerah yang terjerat kasus korupsi paling banyak terjadi di Jawa Timur yakni ada 14 kasus," ujarnya.

Kemudian, wilayah untuk berada diurutan kedua yakni disusul dari wilayah Sumatera Utara dengan 12 kasus yang ditangani oleh KPK dan Jawa Barat sebanyak 11 kasus.

"Untuk Jawa Tengah ada sebanyak 8 kasus, Sulawesi Tenggar 6 kasus Papua dan Riau ada 5 kasus," tukasnya.

Berikut hasil pemantauan ICW sejak 2004 hingga 2018 terkait jumlah kasus korupsi yang ditangani oleh KPK. 2004 sebanyak 1 kasus, 2005 sebanyak 1 kasus, 2006 sebanyak 4 kasus, 2007 sebanyak 7 kasus, 2008 sebanyak 6 kasus, 2009 sebanyak 6 kasus, 2010 sebanyak 4 kasus, 2011 sebanyak 3 kasus, 2012 sebanyak 4 kasus, 2013 sebanyak 4 kasus, 2014 sebanyak 14 kasus, 2015 sebanyak 4 kasus, 2016 sebanyak 9 kasus, 2017 sebanyak 8 kasus dan 2018 sebanyak 29.

Untuk skup wilayah, berikut data sejak 2004 hingga 2018 terkait wilayah yang terkena kasus korupsi yang ditangani oleh KPK. Jawa Timur 14 kasus, Sumatera Utara 12 kasus, Jawa Barat 11 kasus, Jawa Tengah 8 kasus, Sulawesi Tenggara 6 kasus, Papua 5 kasus, Riau 5 kasus, Aceh 4 kasus, Banten 4 kasus, Kalimantan Timur 4 kasus, Sumatera Selatan 4 kasus, Bengkulu 3 kasus, Lampung 3 kasus, Maluku Utara 3 kasus, NTB 3 kasus.

Sulawesi Selatan 3 kasus, Sulawesi Utara 3 kasus, Kalimantan Selatan 2 kasus, Kepulauan Riau 2 kasus, NTT 2 kasus, Jambi 1 kasus, Kalimantan Tengah 1 kasus dan Sulawesi Tengah 1 kasus.

Rubrik
Sumber
JPNN.COM

Komentar

Loading...