Sejarah Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad dan Asal Usul Salat Lima Waktu

Sejarah Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad dan Asal Usul Salat Lima Waktu
Ilustrasi/seva.id

BERITAKINI.CO | Isra Miraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Madinah ke Masjid Al Aqsa di Palestina, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ketujuh.

Istimewanya, perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW ini dilakukan hanya dalam waktu satu malam saja dengan mengendarai Buraq (kendaraan misterius yang belum diketahui manusia selain Nabi Muhammad).

Buraq adalah makhluk yang ditunggangi oleh Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril menuju Sidratul Muntaha dengan kecepatan yang luar biasa.

Mengingat perjalanannya yang ditempuh hanya dalam waktu satu malam saja itu, dipastikan kecepatan kendaraan yang dikendarai oleh Nabi Muhammad bersama Malaikat Jibril ini melebihi kecepatan cahaya.

Nabi Muhammad bertemu dengan nabi lain

Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW dikisahkan juga bertemu dengan para nabi terdahulu sebelumnya. Saat melewati pintu langit pertama, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Adam.

Nabi Adam adalah nabi yang pertama yang juga manusia pertama yang Allah kirim ke Bumi. Lalu, di langit kedua Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya.

Beranjak ke langit ketiga, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Yusuf. Setelah itu, di langit keempat dan kelima Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Idris serta Nabi Harun. Naik ke langit keenam, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa.

Sampai di lapisan langit ke tujuh, Nabi Muhammad disambut oleh Nabi Ibrahim, yang sekaligus menemaninya ke Sidratul Muntaha.

Sejarah Umat Islam Diperintahkan Salat

Sesampainya disana, Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk melaksanakan salat 50 waktu dalam sehari semalam.

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad SAW turun ke bumi, namun sampai langit keenam Rasulullah kembali bertemu dengan Nabi Musa.

Mendengar Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah salat 50 waktu dalam sehari semalam dari Allah SWT, Nabi Musa menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk kembali ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan.

Mengikuti saran Nabi Musa, Nabi Muhammad pun kembali lagi ke Sidratul Muntaha. Permohonan keringanan Nabi Muhammad dikabulkan oleh Allah SWT dengan dikuranginya 5 salat dalam sehari.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW kembali turun ke Nabi Musa dan mendapat saran yang sama. Nabi Musa masih merasa umat Nabi Muhammad SAW tidak akan mampu mengerjakan salat sebanyak 45 waktu dalam sehari.

Lalu ia pun kembali lagi ke Sidratul Muntaha dan meminta keringanan. Lalu, Allah mengabulkan permintaan Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, Beliau turun untuk menemui Nabi Musa lagi.

Masih mendapatkan saran yang sama, Nabi Muhammad sampai bolak-balik antara Sidratul Muntaha dan langit keenam berkali-kali.

Akhirnya, Allah memerintahkan kepada seluruh hamba-NYA lewat Nabi Muhammad SAW untuk mengerjakan salat 5 waktu dalam sehari.

Sebenarnya, Nabi Musa masih menyarankan Nabi Muhammad SAW untuk meminta keringanan kembali. Namun, Nabi Muhammad SAW merasa malu pada Allah karena bolak-balik meminta keringanan.

Akhirnya Nabi Muhammad menerima perintah Allah untuk menjalankan salat 5 waktu dalam sehari.

Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini mungkin tidak terpikir oleh logika dan nalar manusia biasa. Tetapi, wajib untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam.

Semoga peristiwa Isra Miraj di atas dapat membuat Anda semakin mengetahui sejarah Islam dan asal-usul salat 5 waktu.

Rubrik

Komentar

Loading...