Tolong! Balita Asal Agara ini Idap Jantung Bocor dan Butuh Bantuan

Tolong! Balita Asal Agara ini Idap Jantung Bocor dan Butuh Bantuan

BERITAKINI.CO, Kutacane | Jika anak berusia tiga tahun umumnya sedang aktif bermain dengan teman sebayanya, maka tidak bagi Muhammad Fathan (3).

Aktivitas balita asal Kampung Baru, Kecamatan Simpang Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara, harus dibatatasi karena Ia didiagnosa menderita jantung bocor.

Anak dari pasangan Arifin dan Merissa Fitri ini dikabarkan sudah tiga tahun menderita sakit jantung bocor.

Ia pun kini harus dirujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta untuk mendapatkan perawatan.

Ayah Muhammad Fathan, Arifin diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Camat Bukit Tusan. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai tenaga harian lepas (THL) di Dinas Pertanian Agara.

Ibu Fathan, Merissa Fitri saat ditemui BERITAKINI.CO, Rabu (3/4/2019) mengatakan, bahwa Fathan sudah didiagnosa menderita jantung bocor sejak usianya masih 5 bulan.

Bahkan Ia sempat dirawat di RS Adam Malik Kota Medan, tapi penyakit yang diderita bocah tersebut tak kunjung membaik. Malah kondisi kesehatan Muhammad Fathan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

"Untuk mencegah penyakitnya kambuh, kami harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 3 jutaan membeli obat di RSUZA Banda Aceh secara rutin dua bulan sekali" kata Merissa.

Sang ibunda Fathan mengatakan, jika anaknya tak segera dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, dikhawatirkan kondisi buah hatinya akan semakin parah.

"Permasalahannya, kami tak ada biaya, apalagi untuk biaya transportasi tiket pesawat dari Medan-Jakarta dan sebaliknya, itu butuh biaya cukup besar," katanya dengan raut wajah penuh kesedihan.

"Selain itu, dibutuhkan biaya untuk pembelian obat-obatan yang tak ditanggung BPJS. Walaupun ada BPJS tapi kita tak ada biaya untuk transportasi dan biaya hidup selama masa pengobatan di sana."

Dengan mata berkaca-kaca, Merissa mengaku sangat membutuhkan bantuan semua pihak agar buah hatinya segera sembuh. Apalagi kata dia, biaya yang  dibutuhkan setidaknya Rp 40 hingga Rp 50 jutaan untuk bisa berobat di Jakarta.

"Bagaimana kami bisa membawa Fathan ke Jakarta jika harus mengeluarkan biaya sebanyak itu," kata dia seraya menitikkan air mata walaupun terlihat berusaha tetap tegar.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...