Sederet Karya Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah yang Patut Dibanggakan

Sederet Karya Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah yang Patut Dibanggakan

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Selain Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Aceh juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang patut dibanggakan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hasil penelitian yang dibuat oleh mahasiswa di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Salah satu buktinya karya mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah.

Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah saat ini diketahui sudah mengembangkan beberapa teknologi terbaiknya mulai dari mobil listrik, robot terbang, drone, sampai robot cerdas.

Semua penemuan itu sangat menakjubkan karena dimulai dari ide yang sederhana namun diolah menjadi produk yang bermanfaat.

“Saat ini sudah ada tiga riset yang sedang kami kembangkan diantaranya, mobil listrik yang tergabung dalam tim Malem Diwa, kemudian robot terbang dari tim Seulawah dan yang terakhir tim Lamuri yang mengembangkan riset mengenai robot cerdas,” kata Ketua Tim Malem Diwa, Ridho, Jumat (4/1/2019).

Sepanjang tahun 2018, kata dia, mahasiswa jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro Unsyiah yang tergabung dalam tim Malem Diwa, Seulawah dan Lamuri telah mengikuti beberapa kontes.

Diantaranya kontes robot Indonesia di Pekan Baru, lalu kontes robot terbang di Lampung, dan yang terakhir kontes mobil hemat energi yang digelar di Padang dan meraih peringkat 4 tingkat Nasional mengalahkan mobil karya mahasiswa ITB.

“Dalam katagori mobil jenis Prototype, kita mendapat juara 4 dan mendapat reward sebagai tim paling supportif, ” tambah Manager Tim Malem, Diwa Reza Arif.

Sementara itu, Ketua Lab Desain dan Manufaktur, Tajuddin menambahkan, tahun 2019 pihaknya akan mengikuti beberapa event, salah satunya ajang Shell Eco-marathon di Tahiland.

“Event Shell Eco-marathon bulan Maret tahun ini. Kita akan melibatkan Tim Malem Diwa,” kata Tajuddin.

Tajuddin menambahkan, ke depan pihaknya juga mewacanakan membangun pusat riset khusus yang menangani berbagai macam riset teknologi.

“Dengan adanya pusat riset unggulan tersebut, diharapkan kita bisa mempunyai suatu lembaga yang khusus menangani segala riset-riset teknologi,” kata Tajuddin.

Tajuddin berharap, berbagai macam teknologi yang tengah dikembangkan di Aceh tersebut terus didukung oleh pemerintah. Hal ini untuk membuktikan bahwa karya teknologi dari daerah ujung Sumatra memiliki daya saing sampai ke taraf Internasional.

“Sampai sekarang dukungan dari pemerintah pusat masih kurang. Kita berharap kedepan ada kepedulian,” kata Tajuddin. | SYIFAUSH SHADRI

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...